Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Blog

Lima Bulan Berlalu ! Bantuan Korban Puting Beliung di STM Hilir Tak Kunjung Cair, Pemkab Deli Serdang Dinilai Lamban

badge-check

Lima Bulan Berlalu ! Bantuan Korban Puting Beliung di STM Hilir Tak Kunjung Cair, Pemkab Deli Serdang Dinilai Lamban Perbesar

DELI SERANG |parnadaily.com – Lima bulan berlalu sejak bencana angin puting beliung menerjang Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang. Namun, hingga Minggu (1/11/2026), bantuan perbaikan rumah yang diharapkan para korban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang belum kunjung terealisasi.

Ironisnya, di tengah tuntutan masyarakat agar pemerintah hadir ketika warganya tertimpa musibah, para korban justru harus berjuang sendiri memperbaiki kerusakan rumah. Janji dan harapan terhadap bantuan pemerintah seolah berjalan jauh lebih lambat dibandingkan kebutuhan mendesak masyarakat.

Kondisi ini pun memunculkan sorotan terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang yang dinilai belum menunjukkan respon cepat dalam menangani kebutuhan korban bencana.

Sejumlah sumber, termasuk salah seorang oknum anggota DPRD Deli Serdang, mengakui bahwa lambannya penyaluran bantuan korban bencana bukan persoalan baru di daerah tersebut.

Begitulah kondisi saat ini terkait penanganan bantuan korban bencana alam di Deli Serdang. Contohnya di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, waktu itu sampai tujuh bulan baru bantuan Pemkab terealisasi. Persoalan ini sudah kami bawa dalam rapat agar penyaluran bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana tidak memakan waktu terlalu lama. Namun, hasilnya belum terlihat nyata, ungkapnya.

Pernyataan tersebut seolah menjadi gambaran bahwa persoalan lambannya penanganan korban bencana belum juga menjadi perhatian serius. Padahal, ketika bencana terjadi, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara cepat, bukan sekedar pembahasan di ruang rapat.

Sementara itu, Adil Simarmata, salah seorang korban yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan puting beliung, mengaku terpaksa memperbaiki sendiri bagian atap rumahnya dengan cara berkolaborasi kepada tetangga.

“Sudah kami perbaiki sendiri atap seng rumah yang rusak akibat puting beliung. Tidak mungkin kami terus menunggu uluran tangan yang belum tentu kapan datangnya. Lebih baik dulu berkolaborasi. Untung masih ada tetangga yang mau memberi kami pinjaman,” katanya kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas Sosial memang telah menyalurkan bantuan berupa popok bayi, matras, serta sejumlah paket sembako. Bantuan tersebut tentu patut diapresiasi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi korban adalah kerusakan fisik rumah yang membutuhkan material bangunan untuk diperbaiki.

Sebab, ketika atap rumah sudah dibangunkan angin dan keluarga harus menghadapi kondisi tempat tinggal yang rusak, kebutuhan paling mendesak bukan hanya sembako maupun alas tidur. Mereka membutuhkan seng, kayu, dan material bangunan agar rumah kembali layak dan aman ditempati.

Bantuan sosial memang penting, tetapi jangan sampai pemerintah merasa persoalan telah selesai hanya karena beberapa paket bantuan sudah disalurkan, sementara kerusakan rumah korban belum tertangani.

Lebih memprihatinkan lagi, bantuan uang tunai sebesar Rp300.000 untuk masing-masing dari tiga korban justru merupakan hasil inisiatif Pemerintah Desa Negara Beringin dengan mengumpulkan bantuan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Artinya, ketika bantuan perbaikan rumah dari pemerintah kabupaten belum juga terealisasi, pemerintah desa dan masyarakat sekitar justru berupaya mencari jalan keluar sendiri.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: sejauh mana keseriusan Pemkab Deli Serdang melalui BPBD dalam memastikan hak dan kebutuhan dasar warga yang menjadi korban bencana.

Jangan sampai masyarakat hanya menjadi perhatian ketika bencana terjadi dan pemberitaan ramai. Setelah sorotan meredup, nasib korban justru ikut terlupakan.

Diketahui, pada Selasa (16/6/2026), angin puting beliung menerjang Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir. Berdasarkan data BPBD, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan, masing-masing milik Petrus Panjaitan, David Parningotan Hotmarojahan Nababan, dan Adil Simarmata.

Terpisah, Kepala Dinas BPBD Deli Serdang, , H. Mukti Ali Harahap S.Ag M.Si, saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler terkait belum terealisasinya bantuan perbaikan rumah tersebut, berulang kali ditelpon belum juga tersambung. Begitu pula, pesan WhatsApp (WA/) yang dilayangkan, hingga berita ini diterbitkan, belum terbalas.(*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga

Kemenpar Apresiasi Festival Berlabuh yang Ramah Disabilitas

31 Oct 2026 - 05:56 WIB

Kemenpar Apresiasi Festival Berlabuh yang Ramah Disabilitas

Bendungan Lau Simeme Dibidik Jadi Destinasi Wisata Andalan Deli Serdang, Peluang Emas atau Sekadar Janji di Atas Panorama?

31 Oct 2026 - 04:43 WIB

Bendungan Lau Simeme Dibidik Jadi Destinasi Wisata Andalan Deli Serdang, Peluang Emas atau Sekadar Janji di Atas Panorama?

Reses Panas di Buntu Bedimbar, Warga Curhat Soal Jalan Sempit Dihantam Truk Hingga layanan Rumah sakit Lamban

31 Oct 2026 - 02:28 WIB

Reses Panas di Buntu Bedimbar, Warga Curhat Soal Jalan Sempit Dihantam Truk Hingga layanan Rumah sakit Lamban

Kuasa Hukum Kesultanan Asahan Paparkan Peta Konsesi, Soroti Status Lahan PT BSP dan Misteri 1.408 Ha

28 Oct 2026 - 07:57 WIB

Kuasa Hukum Kesultanan Asahan Paparkan Peta Konsesi, Soroti Status Lahan PT BSP dan Misteri 1.408 Ha

Sinergi Pemerintah, Aparat Keamanan, Dunia Usaha, dan Masyarakat Jadi Kunci Sukses Kegiatan Olahraga di Desa Sembahe Baru

12 Oct 2026 - 07:24 WIB

Sinergi Pemerintah, Aparat Keamanan, Dunia Usaha, dan Masyarakat Jadi Kunci Sukses Kegiatan Olahraga di Desa Sembahe Baru
Trending on Blog