Kirim Doa dan Ziarah ke Makam Alm. Donni Pa’cek, Kader PP Bagikan 500 Nasi Kotak di Desa Bangun Rejo
Deli Serdang // Kompasnusa.Net – Duka mendalam atas kepergian almarhum Donny Pacek, mantan Wakil Komandan (Wadan) Koti MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, masih menyelimuti keluarga besar Pemuda Pancasila.

Sebagai bentuk penghormatan, kepedulian, sekaligus mengenang jasa almarhum, jajaran Koti Komando Inti Mahatidana MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang menggelar doa bersama dan ziarah ke makam almarhum Donny Pacek. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan aksi sosial membagikan kurang lebih 500 nasi kotak kepada masyarakat di Desa Bangun Rejo. Jum’at 6 Nov 2026
Yang membuat kegiatan ini semakin menyentuh adalah pembagian nasi kotak tersebut dilakukan di lokasi kejadian, tempat almarhum Donny Pacek bersama rekan-rekannya mengalami peristiwa penyerangan tragis.
Dalam peristiwa tersebut, almarhum Donny Pacek dilaporkan mengalami luka tembak di bagian leher hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara beberapa rekannya juga mengalami luka akibat tembakan dan senjata tajam.
Bagi keluarga besar Koti Pemuda Pancasila, kepergian Donny Pacek bukan sekadar kehilangan seorang rekan seperjuangan. Ada duka, kenangan, dan rasa kehilangan yang hingga kini masih membekas di hati para kader.

DOA UNTUK ALMARHUM, TUNTUTAN KEADILAN UNTUK KORBAN
Di balik pembagian ratusan nasi kotak tersebut, tersimpan pesan mendalam bahwa perjuangan mengenang seseorang tidak harus diwujudkan dengan kemarahan, tetapi juga melalui doa, kepedulian, dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Namun demikian, keluarga besar Koti MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang berharap Kapolda Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap kasus penyerangan yang merenggut nyawa almarhum Donny Pacek tersebut.
Mereka meminta aparat kepolisian mengusut perkara ini secara tuntas, mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk mendalami dugaan adanya aktor intelektual atau pihak yang berada di balik peristiwa penyerangan tersebut.
Jangan sampai kasus yang merenggut nyawa seseorang berhenti hanya pada pelaku di lapangan. Jika memang terdapat pihak lain yang merencanakan, memerintahkan, atau terlibat dalam penyerangan, semuanya harus diungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.
Keadilan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Keluarga korban berhak mendapatkan kepastian hukum, dan masyarakat berhak mengetahui bahwa hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
Hari ini, mereka datang membawa doa, bukan untuk membalas luka dengan luka. Mereka berbagi makanan, bukan untuk melupakan tragedi. Mereka berziarah, bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi mengingatkan bahwa masih ada keadilan yang harus diperjuangkan.
Selamat jalan, Donny Pacek. Namamu tetap menjadi bagian dari kenangan keluarga besar Koti MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Doa kami menyertai kepergianmu. Keadilan tetap kami nantikan.


























