LANGKAT — KOMPASNUSA.NET// Kondisi sarana dan prasarana SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, menjadi perhatian setelah sejumlah bagian bangunan sekolah terlihat mengalami kerusakan dan membutuhkan perawatan.
Saat wartawan menyambangi sekolah tersebut pada Jumat (25/9/2026), terlihat sejumlah fasilitas dalam kondisi kurang terawat. Beberapa bagian plafon tampak berlubang dan mengalami kerusakan, sementara meja dan kursi di sejumlah ruangan terlihat belum tertata dengan baik.

Sejumlah ruang kelas juga diketahui tidak dapat dikunci secara optimal karena terdapat handel pintu yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari fasilitas sekolah yang perlu mendapat perhatian agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan aman dan nyaman.
Kondisi serupa terlihat pada fasilitas MCK. Kloset tampak kurang terawat, sementara ketersediaan air bersih di kamar mandi disebut mengalami kendala.
Di bagian lain lingkungan sekolah, terdapat seng pada salah satu bangunan yang kondisinya disebut sudah lapuk dan berpotensi membahayakan apabila tidak segera diperbaiki. Namun, menurut Kepala SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam, Morina, bagian tersebut merupakan atap rumah dinas tenaga pengajar, bukan ruang kelas.
Selain kondisi fisik bangunan, saat peninjauan juga belum terlihat papan identitas sekolah terpasang di lokasi.
Kepala Sekolah: Sudah Tiga Kali Mengajukan Proposal
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam, Morina, memberikan penjelasan melalui sambungan WhatsApp pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Morina mengatakan, pihak sekolah telah berulang kali mengusulkan perbaikan sarana dan prasarana kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Menurutnya, sedikitnya sudah tiga kali proposal perbaikan diajukan. Bahkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat disebut telah meninjau langsung kondisi sekolah.
“Fasilitas gedung sekolah, plafon, atap gedung sekolah yang sudah tampak bolong dan lapuk, serta kursi dan meja, itu sudah berulang kali, tiga kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Bahkan dari tim Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat sudah meninjau keadaan sekolah tersebut, namun hingga kini belum direalisasikan,” ujar Morina.
Morina juga mengaku telah mempertanyakan program revitalisasi atau rehabilitasi sekolah kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melalui bidang yang menangani sarana dan prasarana.
Namun, kata dia, pihak sekolah diminta bersabar karena keterbatasan anggaran.
“Sudah kita hubungi Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sekolah, kenapa SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam tidak mendapatkan revitalisasi atau rehab sekolah. Jawaban dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, untuk bersabar karena keterbatasan anggaran. ‘Permohonan ibu sudah kami terima,’” kata Morina, menyampaikan jawaban yang diterimanya.
Atap Rumah Dinas dan Persoalan Air MCK
Terkait atap seng yang terlihat lapuk, Morina menjelaskan bahwa bagian tersebut merupakan rumah dinas tenaga pengajar.
Menurutnya, pihak sekolah telah meminta bantuan kepada PT Musam Uching untuk melakukan perbaikan agar kondisi tersebut tidak menimbulkan risiko bagi warga sekolah.
“Untuk atap seng yang tampak lapuk, itu merupakan salah satu rumah dinas tenaga pengajar. Itu sudah kita mohon kepada pihak perusahaan PT Musam Uching untuk memperbaiki agar tidak membahayakan siswa-siswi,” jelasnya.
Sementara terkait MCK yang mengalami kendala air, Morina mengatakan persoalan tersebut disebabkan kerusakan pipa dari sumur bor menuju kamar mandi.
Ia menyebut kerusakan terjadi setelah kawasan sekolah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi beberapa hari sebelumnya.
“Beberapa hari lalu, dikarenakan cuaca hujan yang tinggi, lokasi sekolah terdampak banjir sehingga mengakibatkan pipa air menuju kamar mandi rusak,” ujarnya.
Ketika ditanyakan mengenai mesin pompa air, Morina memastikan pihak sekolah memilikinya. Namun, mesin tersebut disimpan di ruang guru karena sebelumnya beberapa mesin air milik sekolah hilang.
“Untuk mesin air, pihak sekolah menyimpan di ruangan guru. Karena jika diletakkan di luar, dekat sumur bor, akan hilang. Pihak sekolah baru membeli mesin air beberapa waktu lalu karena sudah sekitar tiga unit mesin air hilang,” terangnya.
Perbaikan Ringan Akan Menggunakan Dana BOS
Mengenai papan informasi identitas sekolah yang belum terpasang, Morina mengatakan pihak sekolah telah memesan papan tersebut dan pembiayaannya menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS) sesuai peruntukannya.
Ia juga menyebut pihak sekolah berencana melakukan sejumlah perbaikan ringan setelah pencairan dana BOS triwulan IV.
“Pencairan dana BOS triwulan ke-IV, kita akan melakukan perbaikan ringan sarana dan prasarana sekolah seperti perbaikan handel pintu yang rusak serta kursi dan meja, sehingga siswa-siswi sekolah SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam mendapatkan kenyamanan belajar,” ujar Morina.
Kondisi SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kelayakan sarana pendidikan dan keselamatan peserta didik.
Di satu sisi, pihak sekolah menyatakan telah mengajukan usulan rehabilitasi berulang kali kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan mengaku telah menerima peninjauan dari dinas. Di sisi lain, sejumlah kerusakan yang terlihat di lapangan masih membutuhkan penanganan.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai status usulan rehabilitasi SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam, termasuk apakah sekolah tersebut telah masuk dalam perencanaan rehabilitasi dan bagaimana tahapan tindak lanjutnya.
Kejelasan tersebut penting agar kondisi fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai tingkat kerusakannya, sehingga proses belajar mengajar siswa dapat berlangsung secara aman dan layak.
(Tolhas Pasaribu)
























