Menu

Otomatis
Breaking News

Artikel

Normalisasi Sunggal Dikebut, Waduk Baru 54 Persen: Warga Masih Menunggu Solusi Banjir yang Tuntas

badge-check

Normalisasi Sunggal Dikebut, Waduk Baru 54 Persen: Warga Masih Menunggu Solusi Banjir yang Tuntas Perbesar

 Normalisasi Sunggal Dikebut, Waduk Baru 54 Persen: Warga Masih Menunggu Solusi Banjir yang Tuntas

 

DELI SERDANG —kompasnusa.net// Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menegaskan komitmennya menangani masalah banjir dan komunitas di Kecamatan Sunggal. Waduk Bangun Mulia di Desa Medan Krio kini dinormalisasi, sementara jaringan drainase di sejumlah desa mulai dikeruk.

Namun, di balik kemajuan pekerjaan yang disebut telah mencapai 54 persen, persoalan banjir Sunggal menyisakan pertanyaan besar: seberapa cepat penanganan ini benar-benar mampu mengurangi ancaman banjir yang selama ini dirasakan masyarakat?

Dalam rapat bersama perangkat daerah, camat dan kepala desa se-Kecamatan Sunggal di Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (21/8/2026), Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan penanganan Sunggal harus dipusatkan hingga tuntas.

Salah satu pekerjaan utama berada di Waduk Bangun Mulia, Desa Medan Krio, yang memiliki luas sekitar 10.000 meter persegi. Waduk tersebut mengalami sedimentasi cukup parah dan terisi eceng gondok sehingga kapasitas tampung udara menjadi berkurang.

Setelah dikerjakan selama tiga minggu, kemajuan normalisasi disebut telah mencapai 54 persen.

Bupati menargetkan sedimentasi dikeruk kedalaman sekitar empat meter untuk meningkatkan kapasitas waduk tampung.

“Sedimentasi ini ditargetkan memiliki kedalaman hingga 4 meter untuk meningkatkan daya tampung air,” ujar Asri Ludin.

54 Persen Bukan Berarti Masalah Selesai

Angka 54 persen tentu menjadi kemajuan yang patut diapresiasi. Tetapi bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun dihadapkan dengan pengumpulan dan banjir, angka kemajuan bukanlah ukuran utama keberhasilan.

Ukuran sebenarnya sederhana: apakah air kembali meluap atau tidak ketika hujan deras datang?

Sebab, normalisasi waduk hanyalah satu bagian dari persoalan. Jika saluran saluran pembuangan, drainase lingkungan, sungai, gorong-gorong dan titik-titik penyempitan aliran air tidak ditangani secara bersamaan, maka waduk yang sudah dikeruk pun berpotensi kembali menghadapi permasalahan yang sama.

Oleh karena itu, pekerjaan rumah Pemkab Deli Serdang bukan hanya menyelesaikan pengerukan hingga 100 persen, tetapi memastikan seluruh sistem pengendalian udara bekerja secara satu kesatuan.

Drainase 17 Desa Jadi Pekerjaan Besar

Pemkab Deli Serdang menyebut perbaikan pembersihan drainase dan normalisasi sungai akan dilakukan secara bertahap di 17 desa di Kecamatan Sunggal.

Dua desa menjadi prioritas awal.

Di Desa Medan Krio, pembersihan drainase utama telah mencapai 9,6 kilometer. Sementara di Desa Helvetia, pekerjaan mencakup 12,5 kilometer.

Khusus Desa Helvetia, normalisasi parit dilakukan sepanjang 4.181 meter, ditambah pembabatan rumput dan perapihan bahu jalan sepanjang 1.317 meter yang mencakup delapan dusun.

Sementara itu, penanganan di 15 desa lainnya juga berjalan bertahap, meliputi Puji Mulyo, Payageli, Sei Beras Sekata, Serba Jadi, Suka Maju, Sumber Melati Diski, Telaga Sari, Sei Mencirim, Sei Semayang, Tanjung Gusta, Mulyorejo, Sei Rotan, Babura, Tanjung Selamat dan Purwodadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rio Laka Dewa, mengatakan tebalnya pengendapan tanah dan sedimentasi lumpur menjadi salah satu kendala utama di lapangan.

Penanganannya dilakukan dengan kombinasi tenaga Buruh Harian Lepas (BHL), alat berat dan transportasi material secara berkala.

Jangan Sampai Bergerak Setelah Banjir Datang

Langkah cepat pemerintah tentu layak diapresiasi. Gotong royong masyarakat dan pemerintah desa juga menunjukkan bahwa persoalan banjir bukan hanya menjadi urusan satu instansi.

Tetapi pemerintah juga perlu menjadikan persoalan Sunggal sebagai evaluasi serius terhadap pola penanganan banjir selama ini.

Sebab, jika persoalan sedimentasi, drainase terisi dan kapasitas waduk sudah diketahui sebagai bagian dari penyebab terakumulasi, pertanyaan publik kemudian menjadi wajar:

Mengapa pengerukan dan normalisasi baru terlihat begitu masif ketika persoalan banjir sudah menjadi perhatian besar?

Masyarakat tentu tidak membutuhkan pekerjaan yang hanya terlihat sibuk ketika banjir datang. Yang dibutuhkan adalah sistem pengendalian banjir yang bekerja sebelum hujan deras turun.

Normalisasi harus memiliki target yang jelas, bukan hanya target panjang saluran yang dikeruk atau persentase pekerjaan fisik. Pemerintah juga perlu membuka informasi mengenai jadwal penyelesaian, titik rawan banjir yang terselesaikan, kapasitas waduk setelah dinormalisasi, serta indikator keberhasilan setelah pekerjaan selesai.

Publik Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Kemajuan

Bupati Asri Ludin meminta penanganan dipusatkan di Sunggal hingga tuntas dan mengapresiasi dukungan masyarakat serta pemerintah desa.

Pesan tersebut penting. Namun, setelah pekerjaan dimulai, tantangan berikutnya justru lebih besar: memastikan pekerjaan tidak berhenti di tengah jalan dan hasilnya benar-benar dirasakan warga.

Sunggal tidak hanya membutuhkan pengerukan. Sunggal membutuhkan rencana penanganan banjir yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Waduk dikeruk, drainase dibersihkan, sungai dinormalisasi, tetapi jika setelah beberapa bulan sedimentasi kembali menumpuk dan drainase kembali tersumbat, maka permasalahan hanya berputar pada siklus yang sama.

Oleh karena itu, kemajuan 54 persen seharusnya tidak menjadi alasan untuk merasa permasalahan telah teratasi.

Justru 54 persen adalah pengingat bahwa masih ada 46 persen pekerjaan yang harus diselesaikan.

Dan bagi warga Sunggal, yang mereka tunggu bukanlah angka 100 persen di atas laporan.

Mereka menunggu satu hal yang jauh lebih sederhana: hujan turun, air mengalir, dan rumah mereka tidak lagi kebanjiran.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Juga

Sentra ABK Deli Serdang Diresmikan, Pemkab Janjikan Tak Ada yang Tertinggal

21 Aug 2026 - 11:33 WIB

Sentra ABK Deli Serdang Diresmikan, Pemkab Janjikan Tak Ada yang Tertinggal

Dari sungai kecil di Paluh Sibaji, semangat kemerdekaan kembali dikayuh.

18 Aug 2026 - 15:50 WIB

Dari sungai kecil di Paluh Sibaji, semangat kemerdekaan kembali dikayuh.

Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan

17 Aug 2026 - 14:46 WIB

Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Deli Serdang Berjalan Lancar, Sejumlah Penghargaan Diserahkan

Tak Sekadar Libur, PT Citra Kencana Industri Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Karyawan Padati Halaman Pabrik

17 Aug 2026 - 06:48 WIB

Tak Sekadar Libur, PT Citra Kencana Industri Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Karyawan Padati Halaman Pabrik

Ketua KB FKPPI Tanjung Morawa: HUT RI ke-81 Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Stabilitas Wilayah

17 Aug 2026 - 05:31 WIB

Ketua KB FKPPI Tanjung Morawa: HUT RI ke-81 Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Stabilitas Wilayah
Trending on Artikel