Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Sabtu Penentuan! Kapolda Sumut Diuji: Hancurkan Mafia Judi Marelan atau Biarkan Hukum Dipermalukan

badge-check

Sabtu Penentuan! Kapolda Sumut Diuji: Hancurkan Mafia Judi Marelan atau Biarkan Hukum Dipermalukan Perbesar

MEDAN // KOMPASNUSA.net – Arena judi sabung ayam di Gang Bunga, Pasar 4 Marelan, kini bukan sekadar praktik ilegal, ia telah menjelma menjadi simbol terang-terangan runtuhnya wibawa hukum. Di tengah sorotan tajam publik dan derasnya pemberitaan, aktivitas perjudian yang diduga dikendalikan sosok berinisial Wandy justru semakin berani menantang negara, Jum’at 17/4/2026.

Sabtu, 18 April 2026, disebut-sebut sebagai hari “pembuktian kekuatan”. Bukan hanya bagi sindikat judi, tetapi juga bagi aparat penegak hukum. Pertanyaannya sederhana namun menohok: masihkah hukum berdiri tegak, atau sudah bertekuk lutut di hadapan mafia?

Alih-alih meredam, kondisi di lapangan justru menunjukkan eskalasi. Sistem pengamanan internal lokasi judi semakin rapi dan terstruktur, bahkan disebut lebih disiplin dibanding patroli aparat yang tak kunjung terlihat. Prosedur “lakban kamera” untuk membungkam dokumentasi publik tetap diberlakukan ketat, seolah hukum negara tak punya kuasa menembusnya.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kegelisahan warga:
“Persiapan mereka bukan main. Sabtu ini buka besar. Jujur saja, masyarakat di sini merasa aturan negara kalah sama aturan Wandy.”

Pernyataan ini bukan sekadar keluhan melainkan alarm keras bahwa legitimasi hukum sedang digerus secara nyata di ruang publik.

Di sisi lain, sikap bungkam jajaran pimpinan Polres Pelabuhan Belawan memperparah krisis kepercayaan. Kapolres AKBP Rosef Efendi, Wakapolres Kompol Dedy Dharma, hingga Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo tak memberikan satu pun klarifikasi, meski telah berulang kali dikonfirmasi media. Pesan yang hanya “dibaca” tanpa jawaban menjadi simbol dinginnya respons institusi terhadap kegelisahan masyarakat.

Diamnya aparat kini ditafsirkan lebih dari sekadar kelalaian, ia mengarah pada dugaan pembiaran sistematis, bahkan bayang-bayang perlindungan terhadap praktik ilegal.

Kini, semua mata tertuju pada Kapolda Sumatera Utara. Publik mendesak langkah luar biasa, bukan sekadar rutinitas seremonial:
– Turunkan langsung Ditreskrimum Polda Sumut, khususnya tim Jatanras, untuk melakukan penggerebekan tanpa melibatkan unsur lokal yang rawan bocor.
– Perintahkan Propam melakukan audit menyeluruh, menguliti integritas internal Polres Belawan.
– Tangkap aktor utama, bukan hanya pemain kecil karena membiarkan otak intelektual bebas sama saja memelihara kejahatan.

Sabtu, 18 April 2026, kini menjadi garis batas. Bukan sekadar jadwal judi, melainkan momen penentuan: apakah Polri benar-benar hadir sebagai penegak hukum, atau justru kehilangan kendali di wilayahnya sendiri.

Jika arena judi itu kembali beroperasi tanpa gangguan, maka publik tak perlu lagi bertanya, jawabannya sudah jelas terpampang: hukum telah dipermalukan, dan negara kalah di kandangnya sendiri. (WA)

Comments are closed.

Baca Juga

Jajaki Dunia Politik, Tokoh Muda Dedek Adi Wahyu Resmi Nahkodai PKB Kecamatan Beringin

5 Nov 2026 - 09:32 WIB

Jajaki Dunia Politik, Tokoh Muda Dedek Adi Wahyu Resmi Nahkodai PKB Kecamatan Beringin

Dilarang Liput Monitoring PKS PTPN IV, Ketua Komisi B DPRD Asahan Batalkan Kegiatan Sepihak

4 Nov 2026 - 04:07 WIB

Dilarang Liput Monitoring PKS PTPN IV, Ketua Komisi B DPRD Asahan Batalkan Kegiatan Sepihak

Operasi Patuh Toba 2026: Sat Lantas Polres Tanjung Balai Imbau Pemilik Bengkel Tak Jual Knalpot Brong

1 Nov 2026 - 12:11 WIB

Operasi Patuh Toba 2026: Sat Lantas Polres Tanjung Balai Imbau Pemilik Bengkel Tak Jual Knalpot Brong

Kuasa Hukum PB Al Washliyah Angkat Bicara Terkait Eksekusi Berakhir Ricuh

1 Nov 2026 - 12:06 WIB

Kuasa Hukum PB Al Washliyah Angkat Bicara Terkait Eksekusi Berakhir Ricuh

Kwarcab Batu Bara Lantik 21 Pengurus Dewan Kerja Cabang Masa Bakti 2026–2031

31 Oct 2026 - 12:41 WIB

Kwarcab Batu Bara Lantik 21 Pengurus Dewan Kerja Cabang Masa Bakti 2026–2031
Trending on News