Minim fasilitas Hunian sementara korban bencana banjir bandang Gayo Lues di tolak warga .
Gayo Lues-Kompasnusa.net// Hunian sementara ( huntara ) korban bencana banjir bandang di kabupaten Gayo Lues tuai kritikan warga korban bencana banjir bandang , di desa cane toa kecamatan rikit gaib kabupaten Gayo Lues , provinsi Aceh sejumlah Ruman hunian sementara tidak di tempati warga , pasalnya hunian sementara yang di berikan pihak BNPB minum fasilitas , di antaranya fasilitas air bersih dan listrik sehingga warga enggan tinggal di rumah tersebut .
Selain itu letak hunian sementara tersebut berada di atas bukit yang membuat warga menolak tinggal di lokasi tersebut .
Hal ini di ungkapkan Rahdi salah seorang warga desa cane toa di salah satu tempat Minggu 17 mei 2026 , ia mengaku semenjak huntar di bangun beberapa bulan lalu di desa cane toa terlihat tidak ada warga korban bencana banjir bandang yang mau tinggal di huntara tersebut , hal ini di karenakan tidak adanya fasilitas listrik dan air bersih di sediakan di huntara tersebut .
” Semenjak di bangun pihak pemerintah dalam hal ini BNPB huntara tersebut tidak pernah di tempati oleh warga korban banjir , karna sampai saat ini fasilitas listrik dan air bersih tidak ada di rumah hunian sementara tersebut ” tegas nya.
Sementara itu Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues menghadapi sejumlah kendala teknis dan sosial, di antaranya masalah pembebasan lahan, serta dugaan polemik pungutan liar terhadap warga korban bencana .
Di desa lain fasilitas listrik dan air di rumah huntara terpaksa di pasang warga secara sukarela dengan biaya mereka sendiri .
Selain itu muncul isu dugaan terkait adanya oknum yang melakukan pungutan terhadap warga korban bencana yang akan menempati huntara, salah satunya dilaporkan terjadi di Desa Tetingi.
Selain itu Pembebasan lahan lokasi huntara juga sempat menghambat kelancaran pembangunan di lapangan, yang berdampak pada lambatnya rencana pembangunan hunian tetap (huntap).
Pemerintah terus mengebut penyelesaian sisa unit. Dari 1400 unit atau 280 kopel Ruman hunian sementara yang di siapkan pemerintah di kabupaten Gayo Lues dalam hal ini pihak BNPB sebagai pelaksana pembangunan hunian sementara .






