MEDAN | KOMPASNUSA.NET – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., menegaskan pentingnya integritas, amanah, serta peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi dalam menjalankan tugas kepemimpinan di lingkungan pendidikan Al Washliyah.
Hal itu disampaikannya saat memimpin pelantikan sejumlah pejabat strategis perguruan tinggi dan sekolah tinggi Al Washliyah yang digelar di Aula Universitas Al Washliyah (Univa) Medan, Senin (14/9/2026).

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, M.A., Bendahara Umum, Wakil Ketua Umum PB Al Washliyah, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pejabat resmi dilantik untuk menjalankan amanah kepemimpinan hingga 2029.
Di Universitas Al Washliyah Medan, Yunira Simamora, M.Pd. dilantik sebagai Wakil Rektor I, sedangkan Dr. H.M. Natsir, M.A. dipercaya sebagai Wakil Rektor II.
Sementara itu, Dr. Hayat Syah, M.Pd. dilantik sebagai pimpinan di STIT Al Washliyah Binjai.
Untuk Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Al Washliyah Tapanuli Tengah, Dr. Mansur Tanjung, M.M. dilantik sebagai Rektor periode 2025–2029. Posisi Wakil Rektor I dipercayakan kepada Yuni Sofiana, M.Si., sedangkan Wakil Rektor II dijabat M. Sofwan Koto, M.M.
Selain jajaran pimpinan perguruan tinggi, pelantikan juga mencakup jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Al Washliyah Medan serta Ketua dan Sekretaris BPH Universitas Al Washliyah Labuhanbatu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Univa Medan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, M.A., bersama para dekan dan wakil dekan. Turut hadir Rektor UMN Al Washliyah Medan Prof. Dr. H. Firmansyah, M.Si., beserta jajaran.
Dari STIT Al Washliyah Binjai tampak hadir Wakil Ketua I H. Irhamuddin, M.A. dan Wakil Ketua II Dr. Khalis Thorir, M.A., serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Tekankan Integritas dan Amanah
Dalam amanatnya, Masyhuril Khamis meminta seluruh pejabat yang baru dilantik tidak larut dalam seremoni, tetapi segera menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kebermanfaatan bagi lembaga serta masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dan warisan keulamaan yang telah menjadi fondasi perjuangan Al Washliyah.
“Para pimpinan harus mampu menjaga dan merawat warisan para ulama pendiri Al Washliyah,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.
Selain itu, integritas dan kapabilitas disebut sebagai dua modal penting dalam menjalankan kepemimpinan. Nilai siddiq dan amanah harus menjadi landasan moral, sementara tabligh dan fathonah menjadi bagian dari kapasitas seorang pemimpin.
Kampus Harus Lebih Asri
Masyhuril Khamis juga menyoroti pentingnya penataan lingkungan kampus. Ia mendorong seluruh perguruan tinggi Al Washliyah untuk menciptakan suasana kampus yang lebih bersih, tertata, asri dan nyaman.
Menurutnya, lingkungan pendidikan bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga mencerminkan karakter dan nilai yang dibangun oleh lembaga tersebut.
Karena itu, penataan kampus agar lebih indah dan asri dinilai perlu menjadi bagian dari perhatian para pimpinan perguruan tinggi Al Washliyah.
Di sisi lain, ia mendorong penguatan sintesa antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Integrasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai ke-Al Washliyahan.
Para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata serta memiliki daya guna di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ketum PB Al Washliyah mendorong percepatan modernisasi lembaga pendidikan di lingkungan Al Washliyah. Perguruan tinggi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan serta kebutuhan bangsa dan negara.
Pelantikan kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan foto bersama dengan jajaran pimpinan serta civitas akademika.
















