IWO Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial
Deli Serdang//Kompasnusa.net – Maraknya unggahan dari akun-akun anonim atau yang diduga akun bodong di media sosial yang menyerang Bupati Deli Serdang menjadi perhatian Ikatan Wartawan Online (IWO) Deli Serdang. Organisasi profesi wartawan tersebut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Ketua IWO Deli Serdang, Rio Lubis, mengatakan bahwa media sosial merupakan ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik. Namun, menurutnya, kritik harus disampaikan secara santun, objektif, dan berdasarkan fakta, bukan melalui fitnah, ujaran kebencian, atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kritik adalah bagian dari demokrasi dan harus dihormati. Tetapi kritik yang membangun harus disampaikan dengan data, fakta, dan etika. Jangan sampai ruang digital dipenuhi informasi yang belum jelas sumbernya sehingga menyesatkan masyarakat,” ujar Rio Lubis, Rabu (15/7/2026).
Rio menegaskan, masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial. Ia mengingatkan agar setiap informasi terlebih dahulu diverifikasi sebelum dibagikan kepada orang lain.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi dari akun yang identitasnya tidak jelas. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut agar tidak ikut menyebarkan hoaks atau fitnah yang dapat merugikan pihak lain,” katanya.
Selain itu, IWO Deli Serdang juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batasan hukum. Setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab atas konten yang dipublikasikan dan harus menghormati ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai organisasi profesi, IWO Deli Serdang juga mengajak seluruh insan pers untuk terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kami berharap masyarakat menjadikan media yang kredibel sebagai rujukan informasi. Pers memiliki mekanisme verifikasi sehingga informasi yang disampaikan lebih akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Rio.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat, kondusif, dan bermartabat, sehingga perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi penyebaran kebencian maupun disinformasi.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun, mari kita kedepankan fakta, etika, dan saling menghormati agar iklim demokrasi di Deli Serdang tetap sehat dan kondusif,” tutup Rio Lubis.(*)






