Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

News

Status Tersangka Tak Bertaji, Hukum Tumpul ke Atas? Kasus Penggelapan Mobil Tigalingga Jadi Sorotan

badge-check


					Status Tersangka Tak Bertaji, Hukum Tumpul ke Atas? Kasus Penggelapan Mobil Tigalingga Jadi Sorotan Perbesar

MEDAN // KOMPASNUSA.net – Harapan akan keadilan kian menipis bagi Sukma Singarimbun. Korban dugaan penggelapan mobil ini harus menelan pil pahit ketika laporannya, yang sejatinya sudah menetapkan terlapor sebagai tersangka, justru terkatung-katung tanpa kejelasan. Ironisnya, meski status tersangka telah disematkan oleh Polsek Tigalingga, hingga kini tak satu pun upaya penahanan dilakukan.

Kasus ini tercatat resmi dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/15/IX/2024/SPKT/Polsek Tigalingga/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara, tertanggal 12 September 2024. Namun alih-alih mendapat kepastian hukum, Sukma justru merasa kasusnya seolah “dipeti-eskan” dan dibiarkan membeku tanpa arah.

Dumas ke Polda Sumut, Tapi Hukum Seakan Mati Suri

Merasa dipermainkan dan menilai penanganan perkara di Polsek Tigalingga tidak profesional, Sukma melangkah lebih jauh dengan mengajukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Polda Sumatera Utara. Aduan itu tercatat dengan Nomor REG: STPM 16/VI/2025, tertanggal 17 Juni 2025.

Namun fakta berbicara pahit. Enam bulan lebih berlalu, laporan tersebut tak menunjukkan perkembangan berarti. Tidak ada pemanggilan lanjutan, tidak ada penjelasan resmi, dan yang paling mencolok: tersangka tetap melenggang bebas.

“Saya sudah ke Polda Sumut karena merasa perkara ini ‘dikondisikan’ di Polsek. Tapi sampai sekarang, STPM saya seperti tidak pernah ada. Kalau sudah tersangka, kenapa tidak ditahan? Ini hukum atau sandiwara?” ujar Sukma dengan nada kecewa.

Tersangka Ada, Penahanan Nihil: Ada Apa di Balik Layar?

Mandeknya penanganan perkara ini memunculkan tanda tanya besar di tengah publik. Berdasarkan aturan dan prinsip manajemen penyidikan Polri, penetapan tersangka seharusnya diikuti dengan langkah hukum tegas, apalagi jika unsur pidana telah terpenuhi.

Ketimpangan antara status hukum dan tindakan penyidik, ditambah bungkamnya aparat, memicu dugaan adanya pembiaran sistematis atau bahkan intervensi kepentingan tertentu yang membuat hukum kehilangan taring.

Menagih Tanggung Jawab Kapolda Sumut

Kini, harapan Sukma dan keluarga bertumpu pada pucuk pimpinan Polda Sumatera Utara. Mereka meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., turun tangan dan memberi atensi serius atas laporan yang terkesan sengaja dibiarkan.

Sukma mendesak agar Bidang Propam dan Ditreskrimum Polda Sumut segera mengevaluasi kinerja penyidik Polsek Tigalingga, bahkan menarik perkara jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur.

“Kalau sudah sampai Polda pun rakyat kecil masih diabaikan, lalu ke mana lagi kami harus mencari keadilan?” tegasnya.

Akan Datangi Wasidik dan Irwasda

Tak ingin tinggal diam, Sukma memastikan dalam waktu dekat akan mendatangi Wasidik Polda Sumut dengan membawa bukti STPM 16/VI/2025, sekaligus meminta Gelar Perkara Khusus. Ia juga berencana menyurati Irwasda Polda Sumut untuk mempertanyakan nasib laporannya yang tak kunjung bergerak.

“Saya akan sampaikan langsung, tersangka sudah ada tapi tidak ditahan. Ini fakta, bukan asumsi,” ujar Sukma.

Polsek Tigalingga Bungkam, Publik Makin Curiga

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Tigalingga IPTU Parlindungan Lumbantoruan, S.H., dan Kanit Reskrim IPDA Ary Ashady Pratama memilih bungkam saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Sikap diam ini justru memperpanjang daftar pertanyaan publik dan menambah kecurigaan atas penanganan perkara tersebut.

Masyarakat kini menanti: apakah slogan Presisi Polri benar-benar ditegakkan, atau sekadar jargon tanpa makna ketika berhadapan dengan jeritan rakyat kecil?. (Redaksi)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Bapenda Batu Bara Kembali Buka Layanan Pajak Daerah

29 January 2026 - 08:07 WIB

Trending on Batu Bara