Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

Opini

Blackout Aceh Sampai Kebakaran di Palmerah Jadi Momok, Kinerja Direksi PLN Semakin Bobrok

badge-check


					Blackout Aceh Sampai Kebakaran di Palmerah Jadi Momok, Kinerja Direksi PLN Semakin Bobrok Perbesar

Jakarta-Kompasnusa.net// Terlalu lamanya Darmawan Prasodjo menduduki Dirut PT PLN (Persero) yang sudah hampir memasuki satu posisi atau lima tahun, sepertinya membuat arah kinerja PLN yang mengikuti kebijakannya semakin tidak jelas.

Berbagai statementnya untuk memperbaiki perusahaan, justru terkesan hanya retorika alias isapan jempol belaka.

Sebaliknya, arah perusahaan strum yang memonopoli bisnis kelistrikan di Negeri itu semakin anjlok dan terus merugi.

Sebaliknya, duetnya bersama Direktur Legal & Human Capital Yusuf Didi Setiarto sebagai sesama loyalis Presiden ketujuh Joko Widodo, terindikasi hanya menguntungkan pribadi mereka beserta koleganya yang mau patuh dengan semboyan ‘Tegak Lurus’.

“Kami rasa peristiwa pemadaman listrik di Aceh dan peristiwa kebakaran 50 rumah di Palmerah, Jakarta Barat akibat putusnya kabel SUTET kemarin, sudah cukup membuktikan bobroknya kinerja PLN saat ini,” ungkap Ketua Umum IWO sekaligus Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN), H. T Yudhistira Adi Nugraha di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Kata Yudhis, peristiwa kedua itu tidak hanya merugikan PLN yang semakin kehilangan kepercayaan rakyat Indonesia, namun juga telah memicu kerugian masyarakat.

“Sudah sepantasnya dilakukan penyerahan di tubuh PLN. Sekalipun Darmo dan Yusuf Didi memiliki koneksi yang kuat dalam mempertahankan jabatannya, kami rasa kekuasaan ada di tangan Danantara atau mungkin Presiden Prabowo bisa langsung turun tangan menggunakan power prerogatifnya untuk mengganti pejabat-pejabat di PLN yang tidak bisa kerja, yang hanya mengedepankan retorika tapi kinerjanya tidak ada, pencitraan melulu,” tegasnya.

Dan yang lebih mencengangkan, lanjut Yudhis, PLN seolah menjadi korporasi BUMN yang menyembunyikan terus menampung pegawai-pegawai baru yang tidak berkompeten di bidangnya, tapi dimasukkan melalui jalur prohire.

“Kami kira ini bisa menjadi perhatian Presiden Prabowo, Danantara, Komisi VI DPR RI dan pihak Kejaksaan Agung, bisa dicek langsung terkait informasi bahwa setiap bulan pasti ada pegawai baru yang masuk ke PLN lewat jalur tol. Karena ini informasi dari dalam PLN, walaupun bisa saja informasi fiktif, tapi kebenarannya harus ditelusuri,” sebutnya. (Bbg)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

AMPERA Akan Aksi Desak Kajari Usut Perbup BKK Pojok Baca Digital, Bupati Diminta Bertanggung Jawab

30 January 2026 - 10:21 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Trending on Headline