Miris, Puluhan Korban Banjir Desa Badak Belum Terima Jadup, Warga Pertanyakan Validitas Data Penerima
Blangkejeren – Kompasnusa.net// Nasib puluhan warga korban banjir hidrometeorologi di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, menuai semuanya.
Hingga kini mereka mengaku belum menerima bantuan Jadup (Jatah Hidup), meski rumah mereka terdampak langsung bahkan sebagian telah rusak parah akibat bencana.
Salah seorang korban banjir, Amrin (53), Selasa 7/07/2026 ,mengaku heran karena dirinya bersama sejumlah warga lain yang benar-benar menjadi korban justru tidak masuk dalam daftar penerima Jadup.
Padahal, menurutnya, sebagian warga di desa yang sama telah menerima bantuan tersebut.
“Kami ini benar-benar korban banjir. Rumah kami terdampak langsung, bahkan ada yang sudah dibongkar karena rusak. Tapi sampai sekarang kami tidak mendapatkan Jadup,” ujar Amrin.
Ia juga menganalisis proses pendataan penerima bantuan. Menurutnya, terdapat dugaan sejumlah warga yang tidak terkena banjir langsung mendapat bantuan Jadup.
“Ada warga yang rumahnya berada di atas perbukitan, jauh dari kawasan banjir, tapi justru mendapatkan Jadup. Sementara kami yang tinggal di lokasi terdampak dan berada di zona banjir malah tidak menerima. Ini yang membuat kami bingung,” katanya.
Amrin menjelaskan, saat banjir melanda, dirinya bersama warga lainnya telah didata oleh tim dari pemerintah desa, BPBD Kabupaten Gayo Lues hingga tim dari pemerintah pusat. Namun ketika bantuan Jadup disalurkan, nama mereka tidak tercantum sebagai penerima.
Keluhan serupa disampaikan Koreda Fauzi (45). Ia mengaku rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir dan mendorongnya secara mandiri menggunakan biaya sendiri. Meski begitu, dirinya juga belum menerima bantuan Jadup.
“Rumah saya rusak parah akibat banjir. Karena tidak mungkin terus dibiarkan, saya diperbaiki sendiri. Namun saat bantuan Jadup beredar, nama saya juga tidak ada,” ungkap Fauzi.
Menurut keduanya, permasalahan tersebut telah mereka sampaikan ke BPBD serta dilaporkan ke Polres Gayo Lues. Namun hingga kini mereka mengaku belum memperoleh penjelasan maupun solusi terkait penyebab tidak masuknya nama mereka dalam daftar penerima bantuan.
Mewakili puluhan warga korban banjir lainnya, Amrin dan Fauzi berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap penerima data Jadup. Mereka meminta dilakukan verifikasi ulang agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang terdampak sesuai kondisi di lapangan.
“Kami hanya meminta hak kami sebagai korban bencana. Jangan sampai ada korban yang terabaikan, sementara yang tidak terdampak justru menerima bantuan. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi dan memperbaiki penerima data Jadup,” harap mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Kabupaten Gayo Lues belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.






