Jakarta//kompasnusa.net- Kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana CS menambah deret panjang persoalan-persoalan yang mengiringi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian dari Angkatan Muda Al Washliyah yakni Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (GPA).
Ketua Umum GPA, H. Aminullah Siagian mengatakan dalam keterangannya bahwa kasus korupsi yang menjerat Dandan Hidayana CS adalah bahagian dari kualat, yaitu kualat Dadan CS kepada Al Washliyah.
“Dadan ini kualat ini, disaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo ini dikelola dengan nepotisme, maka beginilah jadinya,”ungkap Aminullah.
Ia menambahkan kalau sudah niat lain maka beginilah jadinya apalagi tidak melibatkan Al Washliyah.
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution, Ia mengatakan banyak perusahaan yang terafiliasi dengan Dadan CS sehingga Dadan meraup keuntungan kurang lebih Rp 1 Milyar/ hari.
“Kejagung harus mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya, periksa semua nama-nama besar yang terlibat dan pidanakan,”tegasnya
Lanjut Razak, Program mulia Presiden Prabowo ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pembantu baik anggota Kabinet merah putih dan Kepala BGN merupakan Pembantu Presiden.
“Pembantu itu tugasnya membantu, ya pembantu barus tau diri la, jangan banyak gerakan tambahan dan memanfaatkan ketulusan hati Pak Prabowo yang ingin mencetak Generasi Emas 2045 dengan memperbaiki kualitas SDM melalui pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan menyusui,” jelasnya.
Kami Angakatan Muda Al Washliyah HIMMAH dan GPA mengawal kasus ini serta mendukung sepenuhnya Kejagung untuk membongkar kasus ini agar adanya efek jera kepada tikus-tikus berdasi.






