Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Ekonomi

Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual

badge-check


					Foto ilustrasi menu MBG Tak Layak Konsumsi Perbesar

Foto ilustrasi menu MBG Tak Layak Konsumsi

Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual

Langkat //kompasnusa.net– Dugaan pendistribusian makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Sejumlah siswa di SD Swasta Insaniyah Babalan, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami mual dan sakit perut setelah menyantap menu ayam semur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan.

Insiden ini memicu keresahan setelah video kondisi makanan yang diduga berbau tidak sedap beredar di media sosial. Beberapa siswa bahkan memilih untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut karena meragukan kualitasnya.

Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia, R. Anggi Syaputra, mendesak evaluasi total terhadap operasional SPPG Teluk Meku.

“Jika program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi justru memicu gangguan kesehatan, ini menunjukkan serius adanya pelanggaran standar kelayakan makanan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Ia juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit secara menyeluruh dan transparan, mengingat dugaan kejadian serupa disebut bukan yang pertama.

“Jika terbukti ada gangguan, operasional harus dihentikan sementara hingga standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan distribusi MBG tidak boleh longgar karena mencakup kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

“Keamanan dan kualitas makanan adalah harga mati. Anak-anak tidak boleh menjadi korban,” tambahnya.

Sementara itu, pihak SPPG melalui Koordinator Wilayah Langkat menyatakan tengah melakukan evaluasi internal dan menyusun laporan resmi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut.

Kasus ini kembali menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program MBG agar tidak menyimpang dari tujuan utamanya.(anggi)

Facebook Comments Box

Baca Juga

Wabup Lom Lom Suwondo Pimpin Susur Sungai Program Kali Bersih di Tanjung Morawa

17 April 2026 - 10:35 WIB

Wabup

Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Bupati Deli Serdang, Soroti Nasib 2.341 Guru PPPK Paruh Waktu

16 April 2026 - 11:03 WIB

Aksi

Pertahankan Lahan TPU, Warga Desa Penungkiren Rela Rogoh Kocek Puluhan Juta untuk Tolak Pembangunan Gedung KDMP

14 April 2026 - 09:03 WIB

Setahun Lebih Tanpa Kepastian, Kasus Berdarah Mahasiswa UMA Mandek — Kinerja Polsek Medan Tembung Disorot

13 April 2026 - 03:21 WIB

Bahas PAD dan DBH, Pemkab Deli Serdang Perkuat Sinergi dengan KPP Pratama Lubuk Pakam

10 April 2026 - 09:15 WIB

Pad deli serdang
Trending on Ekonomi