Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

News

Gerakan Pemuda Al Washliyah Akan Kepung KPK Paska Tersangka Yaqut

badge-check


					Gerakan Pemuda Al Washliyah Akan Kepung KPK Paska Tersangka Yaqut Perbesar

Jakarta-Kompasnusa.net// Penetapan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji 2024 memicu perlawanan terbuka.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) secara tegas menyebut kasus tersebut sebagai bentuk kriminalisasi hukum dan menduga kuat adanya agenda politik besar di balik langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Umum PP GPA, Aminullah Siagian, menyatakan Gus Yaqut tidak akan dibiarkan menghadapi tekanan hukum sendirian. Ia menilai penanganan perkara ini janggal dan sarat ketidakadilan.

“Kami memberikan dukungan penuh kepada Gus Yaqut. Sahabat dan saudara seperjuangan tidak akan pernah ditinggalkan. Ini bukan semata perkara hukum, tapi sudah mengarah pada kriminalisasi dan tekanan politik,” tegas Aminullah di Jakarta, Rabu (21/01/2026).

Menurut Aminullah, publik harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak larut dalam opini yang dibangun secara sepihak.

Ia mengingatkan agar proses hukum tidak dijadikan alat untuk menghabisi figur tertentu.

Aminullah juga menyoroti sikap KPK yang dinilainya hanya memfokuskan bidikan pada Gus Yaqut, tanpa mengusut secara menyeluruh aktor kebijakan dan kepentingan yang diduga terlibat.

“KPK jangan hanya menarget Gus Yaqut. Jika memang ada dugaan pelanggaran, bongkar semua aktor di balik kebijakan kuota haji. Jangan sampai sahabat kami dikoyo-koyo, sementara kekuatan besar yang bermain justru lolos dari jerat hukum,” ujarnya tajam.

Lebih jauh, PP GPA menyatakan siap mengawal kasus ini bukan hanya melalui jalur hukum, tetapi juga jalur politik. Aminullah bahkan mengingatkan bahwa Gus Yaqut berasal dari keluarga besar pejuang republik yang tidak akan tinggal diam jika merasa diperlakukan tidak adil.

“Keluarganya adalah keturunan para pejuang bangsa. Jika Gus Yaqut dizalimi, keluarga besarnya pasti bereaksi. Dan kami, sebagai organisasi pemuda revolusioner, tidak akan diam,” tegasnya.

Sebagai bentuk sikap politik terbuka, PP GPA bahkan mengusulkan langkah ekstrem. Aminullah menyebut pihaknya akan meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Gus Yaqut karena kasus tersebut dinilai sejak awal bernuansa politis. (F2).

Facebook Comments Box

Baca Juga

Sambut HUT RI ke-81, Yayasan RA/PAUD Al-Ihsan Kota Tanjungbalai Edukasi Siswa Tanamkan Nilai Perjuangan Pahlawan

11 August 2026 - 04:44 WIB

Al Husna Fun Walk 2026, Dalam Rangka Peringatan Milad ke-38 Pesantren Al-Husna

11 August 2026 - 04:41 WIB

LPA DELI SERDANG BERI WARNING: JANGAN JADIKAN LOMBA 17 AGUSTUS AJANG NORMALISASI LGBT DI HADAPAN ANAK

11 August 2026 - 04:36 WIB

DPP Forwakum Tipikor Periode 2026 – 2031 Resmi Dikukuhkan

11 August 2026 - 01:48 WIB

KNPI Tanjungbalai Tunggu Janji Pemko: Tugu KNPI Harus Dibangun Kembali

10 August 2026 - 08:16 WIB

Trending on News