Menu

Dark Mode
HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern

Batu Bara

Laporan AMPERA Mengguncang Publik, Dugaan Korupsi Dana BKK Disorot Dua APH

badge-check


					Laporan AMPERA Mengguncang Publik, Dugaan Korupsi Dana BKK Disorot Dua APH Perbesar

Batu Bara//kompasnusa.net-
Isu dugaan penyimpangan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Kabupaten Batu Bara kini berkembang menjadi perhatian serius masyarakat. Laporan resmi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Batu Bara (AMPERA) kepada Kejaksaan Negeri dinilai sebagai bentuk tekanan moral publik agar pengelolaan uang rakyat dilakukan secara transparan.

Situasi semakin menjadi sorotan setelah diketahui pihak Kepolisian melalui Polres telah lebih dulu mengeluarkan surat perintah penyelidikan terhadap perkara yang berkaitan dengan substansi laporan tersebut.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, kondisi ini menunjukkan adanya indikasi persoalan serius yang perlu diuji dan didalami secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

Koordinator AMPERA, Ahmad Fatih Sultan, menyatakan bahwa laporan yang mereka sampaikan lahir dari kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyalahgunaan dana yang bersumber dari keuangan daerah.

“Kami melihat ada indikasi persoalan yang tidak bisa dipandang sebagai kejadian berdiri sendiri. Ini perlu didalami secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada pola yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, bergeraknya dua aparat penegak hukum menjadi sinyal bahwa persoalan ini memiliki tingkat urgensi tinggi.

“Kalau dua APH sudah masuk, publik pasti bertanya: seberapa serius persoalan ini? Karena biasanya, isu biasa tidak sampai memicu perhatian dua institusi penegak hukum sekaligus,” ujarnya.

“Laporan ini bukan kepentingan kelompok atau organisasi. Ini adalah suara masyarakat Batu Bara yang ingin uang daerah benar-benar dijaga. Dana BKK itu uang rakyat, bukan uang segelintir pihak,” tegasnya.

AMPERA menekankan bahwa mereka menghormati seluruh proses penegakan hukum, namun menegaskan pentingnya transparansi dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan kepentingan publik.

“Masyarakat berhak tahu sejauh mana laporan ini diproses. Jangan sampai laporan masyarakat hanya berhenti sebagai dokumen masuk tanpa tindak lanjut yang jelas,” tambahnya.

AMPERA juga mengingatkan bahwa lambannya atau tidak jelasnya penanganan laporan publik berpotensi mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemberantasan korupsi di daerah.

“Kepercayaan publik itu mahal, Kalau laporan masyarakat tidak ditangani serius, dampaknya bukan hanya hukum, tapi juga legitimasi moral pemerintah dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

AMPERA memastikan akan terus mengawal proses ini melalui jalur konstitusional, pengawasan publik, dan mekanisme hukum yang tersedia.

“Pengawasan publik itu bukan ancaman. Justru itu bentuk tanggung jawab masyarakat menjaga uang rakyat,” tutupnya.

(Red Tim)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Tegaskan Isu Kendaraan Masuk dan Perempuan Bawa Barang Adalah Hoax

10 March 2026 - 11:18 WIB

Tanah Lansia Diserobot Orang, Kini Seorang Warga Lansia Resmi Buat Laporan Ke Polda

9 March 2026 - 11:37 WIB

Puluhan Dapur MBG Berdiri Di Deli Serdang, LPA Dorong Prioritas Keamanan Pangan Anak

7 March 2026 - 15:25 WIB

LPA Deli Serdang Dukung Implementasi PP No.17 Tahun 2025 Dan Permenkomdigi No.9 Tahun 2026 Untuk Perlindungan Anak Di Ruang Digital

6 March 2026 - 13:06 WIB

Kalapas Labuhan Ruku Sambut Silaturahmi PDPM Asahan, Bahas Sinergi Pembinaan

5 March 2026 - 06:27 WIB

Trending on Batu Bara