BATU BARA // KOMPASNUSA.NET – Menjelang pembukaan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (10/10/2026) malam, Bendahara Umum Forum Pemuda GEMKARA, Ismail, bersama pengurus Pengurus Besar (PB) melakukan peninjauan terhadap persiapan panitia.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari tata panggung, stan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), aspek keamanan hingga alur pelaksanaan acara agar berjalan tertib dan lancar.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para tamu undangan, pelaku usaha, serta masyarakat yang menghadiri kegiatan tahunan tersebut. Selain menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, Gebyar Batu Bara Bertanjak juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Batu Bara.
Ismail mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Warisan Adat dan Budaya Melayu.” Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan kekayaan adat dan budaya Melayu Batu Bara kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Batu Bara, atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan Gebyar Batu Bara Bertanjak yang dilaksanakan setiap tahun.
“Kami atas nama PB Forum Pemuda GEMKARA memberikan apresiasi kepada Pemkab Batu Bara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas upaya mendukung pengembangan kekayaan budaya dan warisan Melayu Batu Bara yang masih hidup di tengah masyarakat,” ujar Ismail kepada wartawan, Jumat (9/10/2026) malam.
Menurut Ismail, pelestarian budaya tidak seharusnya hanya dipandang sebagai upaya mempertahankan identitas daerah. Lebih dari itu, budaya juga dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.
Ia menilai Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah.
Hal tersebut, lanjutnya, tercermin dari rangkaian kegiatan yang turut menghadirkan promosi produk UMKM, termasuk proses kurasi produk untuk mendorong kualitas dan daya saing usaha lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap produk-produk unggulan Batu Bara semakin dikenal masyarakat luas. Dengan demikian, pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan mengembangkan usahanya,” katanya.
Ismail juga mengajak masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk berpartisipasi menyukseskan Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 dengan menghadiri kegiatan serta memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha lokal.
Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli produk UMKM unggulan dan menikmati aneka kuliner khas Batu Bara.
Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap produk lokal merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Dengan menggabungkan promosi budaya Melayu dan pemberdayaan UMKM, Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga kelestarian adat dan budaya Melayu Batu Bara bagi generasi mendatang.


















