Joging di Alun-alun Stabat Motor NMax Raib Digasak Maling, Pemerintah Harus Lebih Tanggap

Langkat//kompasnusa.net- Kawanan pencuri sepeda motor masih saja meneror penikmat olahraga lari santai (joging) di lokasi Lapangan Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Jl.Proklamasi Stabat,
Kecamatan Stabat, tepatnya di depan Kantor Bupati Langkat.
Kali ini sepeda motor Nmax BK 6628 PBS milik, Ertika Dewi warga Dusun lll Banyu Urip Desa Seilitur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, yang menjadi korban pencurian sepeda motor (Curanmor).
Tak hanya sepeda motor, korban yang saat ini berdomisili di Stabat mengaku, STNK dan sejumlah dokumen penting yang berada di dalam bagasi motor miliknya yang diparkir dekat pintu masuk kantor Pemkab di dalam Alun-alun juga dibawa kabur. Korban menaksir kerugian mencapai Rp40 juta.
Peristiwa itu terjadi pada, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi yang diperoleh wartawan kejadian itu bukan kali pertama.
Ertika menceritakan, saat itu dirinya hendak jogging di bundaran Alun-alun Stabat, sekira pukul 07.30 WIB. Ia menuturkan, saat lari di lima putaran aku berhenti di samping Pondopo dan bermain alat olahraga disitu.
“Disitu aku cek masih ada, lalu aku lanjut lagi lari untuk mendapat 10 putaran. Pas siap aku mau pulang, motor uda gak ada,” ujarnya dengan wajah murung.
Setelah mengetahui motornya hilang, Ertika kemudian meminta bantuan petugas Satpol PP yang berada di pos sekitar lokasi. Ia juga meminta melihat rekaman kamera pengawas (CCTV).
Namun, menurut Ertika, rekaman CCTV yang tersedia tidak dapat ditayangkan dengan jelas di area parkir sepeda motornya. Bahkan ketika gambar diperbesar, hasil rekaman justru semakin buram.
“Sebelumnya ku perhatikan ada dua orang disitu, satu diatas motornya dan satu jalan kaki. Tapi aku gak ngerti, kira ku orang itu mau joging juga,” ucapnya.
Ertika mengaku kecewa dengan fasilitas keamanan di kawasan tersebut. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan fasilitas olahraga dan ruang publik, sehingga pengawasan melalui CCTV juga patut diperhatikan.
“Pemerintah suda menyediakan fasiitas, keamanan juga harusnya difasilitasi. Apalagi setiap hari Minggu ada Car Free Day (CFD) disitu. Saya merasa kecewa dengan minimnya pengamanan di lokasi, harusnya pemerintah lebih tanggap,” kata wanita yang aktif berolahraga ini.
Menurutnya kejadian tidak hanya menimpah pada dirinya saja. Bahkan dikabarkan sudah berulang kali terjadi kehilangan sepeda motor di Alun-alun.
Ia berharap pemerintah meningkatkan sistem keamanan, termasuk menambah kamera CCTV yang dapat menjangkau area publik dan parkir.
“Kalau memang sudah berulang terjadi kenapa mereka belum tanggap? Seandainya mereka tidak bisa memfasilitasi buat aja himbauan tertulis di lokasi, dilarang letak motor di sini atau dilarang joging di sini. Atau diberi plang peringatan kawasasan ini rawan,” kesal Ertika dengan kecewa.
Atas peristiwa itu, Ertika Dewi melaporkan
kejadian itu ke Polres Langkat. Laporan
dugaan tindak pidana pencurian (Curanmor) sepeda motor. Laporan Polisi Nomor: LP/B/516/Vlll/2026/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumatera Utara, pada Rabu 19 Agustus 2026.
Ia berharap, polisi bisa segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya. Ertika juga meminta pengamanan di kawasan Alun-alun Stabat ditingkatkan agar
kejadian serupa tidak menimpa kembali warga yang menggunakan fasilitas publik.
Mengingat, di Alun-alun sudah beberapa kali terjadi pencurian kendaraan dalam beberapa hari terakhir. (Tgh)



















