Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual
Langkat //kompasnusa.net– Dugaan pendistribusian makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Sejumlah siswa di SD Swasta Insaniyah Babalan, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami mual dan sakit perut setelah menyantap menu ayam semur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan.
Insiden ini memicu keresahan setelah video kondisi makanan yang diduga berbau tidak sedap beredar di media sosial. Beberapa siswa bahkan memilih untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut karena meragukan kualitasnya.
Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia, R. Anggi Syaputra, mendesak evaluasi total terhadap operasional SPPG Teluk Meku.
“Jika program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi justru memicu gangguan kesehatan, ini menunjukkan serius adanya pelanggaran standar kelayakan makanan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).
Ia juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit secara menyeluruh dan transparan, mengingat dugaan kejadian serupa disebut bukan yang pertama.
“Jika terbukti ada gangguan, operasional harus dihentikan sementara hingga standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan distribusi MBG tidak boleh longgar karena mencakup kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
“Keamanan dan kualitas makanan adalah harga mati. Anak-anak tidak boleh menjadi korban,” tambahnya.
Sementara itu, pihak SPPG melalui Koordinator Wilayah Langkat menyatakan tengah melakukan evaluasi internal dan menyusun laporan resmi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut.
Kasus ini kembali menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program MBG agar tidak menyimpang dari tujuan utamanya.(anggi)







