Menurut Mery, Alwashliyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Sumatera Utara yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, amal sosial, serta amar ma’ruf nahi munkar, telah banyak melahirkan generasi bangsa, termasuk yang kini mengabdi sebagai TNI dan Polri.
Ia menegaskan, hubungan sinergitas antara Alwashliyah dan institusi Polri selama ini telah terjalin dengan baik, khususnya dengan Polres Tanjung Balai. Sinergi tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari peran strategis dan kepiawaian sosok Humas Polres.
“Dari kacamata kami, Ipda M. Ruslan adalah sosok yang bersahabat dengan semua kalangan.Dalam menjalankan tugas, ia mampu menjaga amanah dengan baik,” ujar Mery.
Ia juga menambahkan, keberhasilan seorang aparat penegak hukum tidak semata diukur dari pencapaian tugasnya, tetapi juga dari kemampuannya menyentuh hati masyarakat. Hal ini, menurutnya, tercermin dalam diri Ipda Ruslan yang mampu memadukan dedikasi panjang dengan kebijaksanaan dalam pelayanan.
Perjalanan karier Ipda Ruslan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Seba PK Polri pada tahun 1996/1997. Selama lebih dari dua dekade, ia mengabdi di lingkungan Satbrimob Polda Sumatera Utara hingga tahun 2017. Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter disiplin, ketangguhan, serta pemahaman mendalam tentang tugas kepolisian sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.
Memasuki tahun 2017, beliau bertugas di Polres Tanjung Balai sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Sei Tualang Raso di Kelurahan Sei Raja. Di tengah masyarakat, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, santun, dan mudah didekati. Kehadirannya tidak hanya sebagai aparat, namun juga sebagai problem solver yang mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan warga.
Dalam uraiannya, Ipda Ruslan mengedepankan prinsip kerja: “Lapor Akurat, Kerja Cepat, Tindak Tepat.” Prinsip tersebut menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang responsif dan tepat sasaran.
Pada tahun 2022, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Sekolah Perwira di Lemdik Setukpa Sukabumi melalui program alih golongan. Setelah menyandang pangkat Ipda, ia dipercaya menjabat sebagai KA SPKT Polres Tanjung Balai.
Pada posisi tersebut, ia menghadirkan inovasi pelayanan yang menyentuh, di antaranya dengan mendatangi langsung warga penyandang disabilitas untuk memastikan kebutuhan pelayanan mereka terpenuhi. Langkah ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya dilakukan di balik meja, tetapi juga harus hadir langsung di tengah masyarakat.
Kariernya terus berkembang. Ia kemudian dipercaya sebagai Kapol Subsektor Datuk Bandar Timur, lalu menjabat sebagai Ps Kanit Intel Polsek Tanjung Balai Selatan, hingga akhirnya mengemban amanah sebagai Ps Kasi Humas Polres Tanjung Balai.
Dalam kesamaan saat ini, Ipda Ruslan dikenal responsif dan komunikatif dalam menjawab berbagai konfirmasi dari media, korban, maupun masyarakat. Setiap informasi ditanggapi dengan cepat, jelas, dan tuntas mencerminkan profesionalisme yang konsisten.
Bagi Ipda Ruslan, prinsip “lebih cepat lebih baik” bukan sekadar slogan, melainkan filosofi kerja yang dipegang teguh. Di sisi lain, ia juga menjaga keseimbangan antara tugas dan kehidupan keluarga. Baginya, keluarga adalah sumber energi dan ketenangan, yang menjadi fondasi penting dalam menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
Sosok Ipda M. Ruslan menjadi contoh bahwa aparat penegak hukum tidak hanya dituntut profesional, tetapi juga humanis—hadir dengan hati, melayani dengan empati, dan bekerja dengan integritas. (F2)







