Menu

Otomatis
Breaking News

Headline

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut 

badge-check

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut  Perbesar

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut

 

Deli Serdang —kompasnusa.net- Aktivitas nelayan di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, terhenti total sejak 20 November 2025 akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat. Angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan membuat para nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.kompasnusa.net

Berdasarkan pantauan warga dan informasi BMKG, peningkatan angin hingga 25 knot serta gelombang mencapai 1,5–2,5 meter membuat perairan Pantai Labu masuk zona berbahaya bagi kapal-kapal kecil nelayan.

Situasi semakin memprihatinkan setelah sebuah kapal jenis curah atau kapal curah terdampar di perairan Pantai Labu, tepatnya di depan Pantai Monyet, Desa Denai Kuala, pada tanggal 23 November 2025. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat karena jarang terjadi di kawasan tersebut.

Dampak Meluas di Enam Desa

Cuaca ekstrem berdampak pada nelayan di enam desa, yakni:

Desa Paluh Sibaji, Desa Pantai Labu Pekan, Desa Denai Kuala, Desa Bagan Serdang, Desa Rantau Panjang, Desa Sei Tuan

Akibat tak bisa melaut selama beberapa hari, pendapatan nelayan menurun drastis. Pasokan ikan ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pantai Labu ikut terganggu dan berpotensi memicu kenaikan harga ikan di pasar sekitar. Tambatan perahu dan pelabuhan kecil pun tampak penuh sesak karena seluruh kapal tidak beroperasi.

BMKG: Fenomena IOD Negatif Picu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa cuaca buruk ini dipengaruhi oleh fenomena IOD negatif yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025. Kondisi tersebut menambah pasokan uap air di pantai barat Sumut. Selain itu, gelombang atmosfer yang masih aktif menambah kenyamanan situasi dan meningkatkan potensi hujan serta gelombang tinggi

Pemerintah desa dan kecamatan telah mengimbau nelayan agar menunda aktivitas melaut hingga kondisi kembali stabil. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, BMKG, dan Dinas Perikanan untuk pemantauan lanjutan.

Sejumlah bantuan kebutuhan pokok mulai disalurkan secara terbatas bagi nelayan terdampak. Pemerintah setempat juga memantau titik rawan abrasi serta potensi kerusakan pada perahu dan alat tangkap.

Rekomendasi Keselamatan

Pihak berwenang mengingatkan agar nelayan tetap waspada dan hanya melaut setelah ada pemberitahuan kondisi aman dari BMKG. Pemerintah daerah diharapkan mempertimbangkan bantuan sosial tambahan, serta membuka jalur komunikasi cepat antara aparat desa dan nelayan untuk informasi cuaca harian.

(R lubis)

 

Facebook Comments Box

Comments are closed.

Baca Juga

LPA Deli Serdang Apresiasi Lomba Kemerdekaan Rumah Qur’an Al Ramadhan

19 Aug 2026 - 14:26 WIB

LPA Deli Serdang Apresiasi Lomba Kemerdekaan Rumah Qur’an Al Ramadhan

Oknum Kades di Madina Diduga Terlibat Transaksi Emas Hasil Tambang Ilegal, Polisi Diminta Usut Tuntas

22 Jul 2026 - 11:42 WIB

Oknum Kades di Madina Diduga Terlibat Transaksi Emas Hasil Tambang Ilegal, Polisi Diminta Usut Tuntas

Terpilih Aklamasi, Teguh Surya Mukti Ajak Seluruh Kader Bersatu Besarkan Pemuda Pancasila

19 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terpilih Aklamasi, Teguh Surya Mukti Ajak Seluruh Kader Bersatu Besarkan Pemuda Pancasila

IWO Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial

15 Jul 2026 - 08:45 WIB

IWO Deli Serdang Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi di Media Sosial

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter

9 Jul 2026 - 16:29 WIB

Saling Sandera di Cipete: Ketika Hukum Jadi Alat Barter
Trending on Headline