Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Headline

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut 

badge-check


					Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut  Perbesar

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut

 

**Deli Serdang —** Aktivitas nelayan di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, lumpuh total sejak 20 November 2025 akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat. Angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan sedang membuat para nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.

Berdasarkan pantauan warga dan informasi BMKG, peningkatan angin hingga 25 knot serta gelombang mencapai 1,5–2,5 meter membuat perairan Pantai Labu masuk zona berbahaya bagi kapal kecil nelayan.

Situasi semakin memprihatinkan setelah sebuah kapal jenis bulk carrier atau kapal curah terdampar di perairan Pantai Labu, tepatnya di depan Pantai Monyet, Desa Denai Kuala, pada 23 November 2025. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat karena jarang terjadi di kawasan tersebut.

Dampak Meluas di Enam Desa

Cuaca ekstrem berdampak pada nelayan di enam desa, yakni:

Desa Paluh Sibaji, Desa Pantai Labu Pekan, Desa Denai Kuala, Desa Bagan Serdang, Desa Rantau Panjang, Desa Sei Tuan

Akibat tak bisa melaut selama beberapa hari, pendapatan nelayan menurun drastis. Pasokan ikan ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pantai Labu ikut terganggu dan berpotensi memicu kenaikan harga ikan di pasar sekitar. Tambatan perahu dan pelabuhan kecil pun tampak penuh sesak karena seluruh kapal tidak beroperasi.

BMKG: Fenomena IOD Negatif Picu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa cuaca buruk ini dipengaruhi oleh fenomena IOD negatif yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025. Kondisi tersebut menambah pasokan uap air di pantai barat Sumut. Selain itu, gelombang atmosfer yang masih aktif turut memperburuk situasi dan meningkatkan potensi hujan serta gelombang tinggi

Pemerintah desa dan kecamatan telah mengimbau nelayan agar menunda aktivitas melaut hingga kondisi kembali stabil. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, BMKG, dan Dinas Perikanan untuk pemantauan lanjutan.

Sejumlah bantuan kebutuhan pokok mulai disalurkan secara terbatas bagi nelayan terdampak. Pemerintah setempat juga memantau titik rawan abrasi serta potensi kerusakan pada perahu dan alat tangkap.

Rekomendasi Keselamatan

Pihak berwenang mengingatkan agar nelayan tetap waspada dan hanya melaut setelah ada pemberitahuan kondisi aman dari BMKG. Pemerintah daerah diharapkan mempertimbangkan bantuan sosial tambahan, serta membuka jalur komunikasi cepat antara aparat desa dan nelayan untuk informasi cuaca harian.

(R lubis)

 

Facebook Comments Box

Baca Juga

LPA Deliserdang Sambangi Anak Korban Konflik Sosial Sekaligus Berikan Tali Asih

18 May 2026 - 14:31 WIB

PAW Pantai Labu Baru Disorot, Pengamat Nilai Pencalonan istri PJ Kades Rawan Konflik Kepentingan

10 May 2026 - 12:12 WIB

Pesan Tegas Bupati Deliserdang di Hardiknas 2026 “Memanusiakan Manusia, LPA: Jangan Biarkan Anak Tumbuh Tanpa Perlindungan

2 May 2026 - 14:32 WIB

Siomay Diduga Basi, Kasus MBG Di SMPN 1 Pantai Labu Disorot: LPA Desak SPPG Kubah Sentang Disuspend

2 May 2026 - 09:35 WIB

Penculikan Anak di Deli Serdang: Alarm Keras Bagi Keluarga Dan Lingkungan Untuk Perkuat Perlindungan Anak

25 April 2026 - 14:55 WIB

Trending on Headline