Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Opini

Blackout Aceh Sampai Kebakaran di Palmerah Jadi Momok, Kinerja Direksi PLN Semakin Bobrok

badge-check


					Blackout Aceh Sampai Kebakaran di Palmerah Jadi Momok, Kinerja Direksi PLN Semakin Bobrok Perbesar

Jakarta-Kompasnusa.net// Terlalu lamanya Darmawan Prasodjo menduduki Dirut PT PLN (Persero) yang sudah hampir memasuki satu posisi atau lima tahun, sepertinya membuat arah kinerja PLN yang mengikuti kebijakannya semakin tidak jelas.

Berbagai statementnya untuk memperbaiki perusahaan, justru terkesan hanya retorika alias isapan jempol belaka.

Sebaliknya, arah perusahaan strum yang memonopoli bisnis kelistrikan di Negeri itu semakin anjlok dan terus merugi.

Sebaliknya, duetnya bersama Direktur Legal & Human Capital Yusuf Didi Setiarto sebagai sesama loyalis Presiden ketujuh Joko Widodo, terindikasi hanya menguntungkan pribadi mereka beserta koleganya yang mau patuh dengan semboyan ‘Tegak Lurus’.

“Kami rasa peristiwa pemadaman listrik di Aceh dan peristiwa kebakaran 50 rumah di Palmerah, Jakarta Barat akibat putusnya kabel SUTET kemarin, sudah cukup membuktikan bobroknya kinerja PLN saat ini,” ungkap Ketua Umum IWO sekaligus Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN), H. T Yudhistira Adi Nugraha di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Kata Yudhis, peristiwa kedua itu tidak hanya merugikan PLN yang semakin kehilangan kepercayaan rakyat Indonesia, namun juga telah memicu kerugian masyarakat.

“Sudah sepantasnya dilakukan penyerahan di tubuh PLN. Sekalipun Darmo dan Yusuf Didi memiliki koneksi yang kuat dalam mempertahankan jabatannya, kami rasa kekuasaan ada di tangan Danantara atau mungkin Presiden Prabowo bisa langsung turun tangan menggunakan power prerogatifnya untuk mengganti pejabat-pejabat di PLN yang tidak bisa kerja, yang hanya mengedepankan retorika tapi kinerjanya tidak ada, pencitraan melulu,” tegasnya.

Dan yang lebih mencengangkan, lanjut Yudhis, PLN seolah menjadi korporasi BUMN yang menyembunyikan terus menampung pegawai-pegawai baru yang tidak berkompeten di bidangnya, tapi dimasukkan melalui jalur prohire.

“Kami kira ini bisa menjadi perhatian Presiden Prabowo, Danantara, Komisi VI DPR RI dan pihak Kejaksaan Agung, bisa dicek langsung terkait informasi bahwa setiap bulan pasti ada pegawai baru yang masuk ke PLN lewat jalur tol. Karena ini informasi dari dalam PLN, walaupun bisa saja informasi fiktif, tapi kebenarannya harus ditelusuri,” sebutnya. (Bbg)

Facebook Comments Box

Baca Juga

Bigfest 2026 SMK SWASTA Imelda Medan Sukses, Meriahkan E-Sport, Fashion Show dan Vokal Solo

27 April 2026 - 15:23 WIB

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Meringkus Bandar dan Menyita Puluhan Kilogram Narkotika

27 April 2026 - 14:49 WIB

PD IPA Asahan Gelar Latihan Kader Menengah, Perkuat Kualitas dan Militansi Kader Pelajar

27 April 2026 - 14:44 WIB

Fery Fadly Resmi Pimpin KA-HIMMAH Tanjungbalai, Siap Konsolidasikan Alumni

27 April 2026 - 05:30 WIB

Penculikan Anak di Deli Serdang: Alarm Keras Bagi Keluarga Dan Lingkungan Untuk Perkuat Perlindungan Anak

25 April 2026 - 14:55 WIB

Trending on Headline