Menu

Dark Mode
HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern

Opini

Skandal Jembatan Kereta Api!, GARANSI dan AMPPUH Desak KPK Tangkap Pemainnya

badge-check


					Skandal Jembatan Kereta Api!, GARANSI dan AMPPUH Desak KPK Tangkap Pemainnya Perbesar

Jakarta-Kompasnusa.net// Dugaan korupsi pembangunan Jembatan Kreta Api Segmen Kisaran Tanjung Balai senilai Rp 39 miliar, terus disuarakan oleh Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH).

Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengusut kasus tersebut sampai menemukan pemainnya.

“Kita komitmen dari awal bang, bahwa persoalan dugaan korupsi pembangunan jembatan kreta api segmen Kisaran-Tanjungbalai terus kita kawal,” ujar Ketua Umum DPP GARANSI Sukri Soleh Sitorus, di Jakarta, (11/11/25).

Aktivis anti korupsi ini mengakui pihaknya akan menggelar aksi lanjutan di Kantor KPK RI pada hari kamis, 13 September 2015 mendatang. “Ia bang, kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polda Metro Jaya terkait aksi lanjutan di kantor KPK RI,” terang Sukri Sitorus ke awak media.

Sukri juga membeberkan bahwa aksi ini dilakaukan sebagai bentuk dukungan kepada pihak penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi sistemik dan terencana di tubuh Balai Teknik Perkereta Apian Kelas 1 Medan.

“Kasus ini harus di kupas tuntas oleh KPK, Jangan ada intervensi dari pihak mana pun, KPK harus berani membuka kasus ini dengan terang benderang, kami menduga adanya konspirasi jahat yang terstruktur, terencana, serta masif,” tegasnya.

Gayung bersambut disampaikan Koordinator Nasional AMPPUH Novrizal Taufan Nur, bahwa ia juga meminta KPK RI untuk melakukan investigasi fisik dan administratif, serta melakukan audit menyeluruh.

“Proyek milliaran ini diduga asal jadi, dan terindikasi adanya manipulasi berkas dan disinyalir tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sebutnya.

Ia juga mendesak KPK RI untuk membongkar aktor intelektual dugaan korupsi proyek tahun 2024 ini, karena, Noprizal mengklaim pihaknya menemukan keretakan cor beton pada sisi dinding penahan jembatan, dan bahan yang digunakan tidak sesuai ketentuan.

“Padahal proyek ini masih baru, tapi sudah ada kerusakan dan keretakan, yang kami nilai adanya ketidak sesuaian perencanaan dan terindikasi mark up,” cetusnya dengan tegas.

Noprizal berharap, atas temuan timnya bisa dijadikan pintu masuk KPK RI untuk mengusut tuntas dugaan korupsi. “Ini proyek miliaran, KPK harus mampu mewujudkan asta cita Preaiden Prabowo dalam pemberantasan Korupsi, usut dan tangkap pemainnya,” pungkasnya mengakhiri. (Imam S)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Diduga Gudang di Medan Marelan Beraktivitas Melangsir BBM dari SPBU

16 March 2026 - 12:44 WIB

Ketua Harian KOMBAT Sumut Minta Kader Kawal Pemerintahan Rico-Zaki

16 March 2026 - 10:25 WIB

PC. HIMMAH Tanjungbalai Gelar Buka Puasa Bersama Dan Khatam Al-Qur’an

16 March 2026 - 06:07 WIB

PAC Pemuda Pancasila dan PK Golkar Tanjung Morawa Bagikan 3.000 Takjil di Simpang Kayu Besar

15 March 2026 - 13:25 WIB

Operasional 252 Satuan Gizi Sumut Mandek, Kinerja Agung Kurniawan Dinilai Unprofessional

14 March 2026 - 08:00 WIB

Trending on Organisasi