MERAWAT BUMI, MENJAGA MASA DEPAN
Bumi ini bukan sekadar tempat berpijak,
ia selalu memeluk kita
lewat angin yang diam-diam menyejukkan,
lewat hujan yang jatuh tanpa pamrih.
Di antara hiruk pikuk langkah kita,
ada hutan yang menunggu disapa,
ada tanah yang ingin tetap subur,
meski sering kita lupa menjaganya.
Kadang kita terlalu sibuk
hingga tak sadar
air mulai lelah mengalir bersih,
dan udara tak lagi sebebas dulu.
Padahal, cukup dengan peduli,
menanam satu pohon,
mengurangi satu luka pada alam,
kita sudah memberi harapan kecil
bagi masa depan.
Sebab bumi tidak pernah meminta banyak hanya ingin dirawat,
bukan sekadar dimanfaatkan.
Karya: Kayla Anindya Putri Nasution Kampus: Universitas Negeri Medan Fakultas: Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. (Rel/Tgh)







