Menu

Dark Mode
HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern

Headline

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut 

badge-check


					Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut  Perbesar

Cuaca Buruk, Nelayan Pantai Labu Tak Bisa Melaut

 

**Deli Serdang —** Aktivitas nelayan di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, lumpuh total sejak 20 November 2025 akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat. Angin kencang, gelombang tinggi, dan curah hujan sedang membuat para nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.

Berdasarkan pantauan warga dan informasi BMKG, peningkatan angin hingga 25 knot serta gelombang mencapai 1,5–2,5 meter membuat perairan Pantai Labu masuk zona berbahaya bagi kapal kecil nelayan.

Situasi semakin memprihatinkan setelah sebuah kapal jenis bulk carrier atau kapal curah terdampar di perairan Pantai Labu, tepatnya di depan Pantai Monyet, Desa Denai Kuala, pada 23 November 2025. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat karena jarang terjadi di kawasan tersebut.

Dampak Meluas di Enam Desa

Cuaca ekstrem berdampak pada nelayan di enam desa, yakni:

Desa Paluh Sibaji, Desa Pantai Labu Pekan, Desa Denai Kuala, Desa Bagan Serdang, Desa Rantau Panjang, Desa Sei Tuan

Akibat tak bisa melaut selama beberapa hari, pendapatan nelayan menurun drastis. Pasokan ikan ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pantai Labu ikut terganggu dan berpotensi memicu kenaikan harga ikan di pasar sekitar. Tambatan perahu dan pelabuhan kecil pun tampak penuh sesak karena seluruh kapal tidak beroperasi.

BMKG: Fenomena IOD Negatif Picu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa cuaca buruk ini dipengaruhi oleh fenomena IOD negatif yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025. Kondisi tersebut menambah pasokan uap air di pantai barat Sumut. Selain itu, gelombang atmosfer yang masih aktif turut memperburuk situasi dan meningkatkan potensi hujan serta gelombang tinggi

Pemerintah desa dan kecamatan telah mengimbau nelayan agar menunda aktivitas melaut hingga kondisi kembali stabil. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, BMKG, dan Dinas Perikanan untuk pemantauan lanjutan.

Sejumlah bantuan kebutuhan pokok mulai disalurkan secara terbatas bagi nelayan terdampak. Pemerintah setempat juga memantau titik rawan abrasi serta potensi kerusakan pada perahu dan alat tangkap.

Rekomendasi Keselamatan

Pihak berwenang mengingatkan agar nelayan tetap waspada dan hanya melaut setelah ada pemberitahuan kondisi aman dari BMKG. Pemerintah daerah diharapkan mempertimbangkan bantuan sosial tambahan, serta membuka jalur komunikasi cepat antara aparat desa dan nelayan untuk informasi cuaca harian.

(R lubis)

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

AMPERA Sambangi Kejatisu Desak Usut Dugaan Kejanggalan Anggaran Rp6,5 Miliar Satpol PP Batu Bara

12 March 2026 - 12:57 WIB

Tanah Lansia Diserobot Orang, Kini Seorang Warga Lansia Resmi Buat Laporan Ke Polda

9 March 2026 - 11:37 WIB

Puluhan Dapur MBG Berdiri Di Deli Serdang, LPA Dorong Prioritas Keamanan Pangan Anak

7 March 2026 - 15:25 WIB

LPA Deli Serdang Dukung Implementasi PP No.17 Tahun 2025 Dan Permenkomdigi No.9 Tahun 2026 Untuk Perlindungan Anak Di Ruang Digital

6 March 2026 - 13:06 WIB

Komnas Perlindungan Anak Desak Hukuman Maksimal Dalam Dugaan Penganiayaan Anak Berinisial N

26 February 2026 - 15:31 WIB

Trending on Headline