Door to Door Menembus Lorong Kampung, Bung Malik Ulurkan Tangan untuk Warga Sakit dan Perajin Atap di Batu Bara
Batu Bara//Kompasnusa.net
Di tengah sunyinya lorong-lorong kampung di Kecamatan Tanjung Tiram dan Talawi, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan menahan sakit bertahun-tahun tanpa perhatian.
Kondisi itu mengetuk hati Muhammad Yusuf atau yang akrab disapa Bung Malik untuk kembali turun langsung membawa bantuan dan harapan bagi masyarakat kecil. Sabtu (16/05/2026).
Bersama Media Center Bahagia Saza, Bung Malik mendatangi satu per satu rumah warga yang terdampak sakit menahun hingga para perajin atap tradisional di Kabupaten Batu Bara.
Kegiatan sosial itu dilakukan secara “door to door”, menyusuri rumah-rumah sederhana yang selama ini jarang tersentuh bantuan.
Bagi Bung Malik, kegiatan berbagi bukan sekadar pencitraan ataupun seremoni sesaat.
Ia menegaskan kepedulian terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab sosial yang harus terus dijalankan.
“Ini bukan soal banyak atau sedikit yang diberikan. Saya hanya ingin meringankan beban saudara-saudara kita untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Bung Malik dengan penuh haru.
Ia mengungkapkan, kegiatan sosial tersebut bukan pertama kali dilakukan. Bahkan, aksi kemanusiaan itu disebut telah berlangsung lebih dari 100 kali di berbagai wilayah Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian nyata, terutama warga lanjut usia dan penderita sakit menahun yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Kegiatan sosial Bung Malik itu juga disebut sejalan dengan semangat kepedulian sosial yang selama ini digaungkan Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian.
Suasana haru pecah saat rombongan tiba di rumah Nenek Zean (80), warga Simpang Tiga, Desa Pahang, Kecamatan Talawi. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, lansia itu menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.
“Pak Malik, terimakasih banyak yo. Begitu jugo samo Pak Bupati Baharuddin yang peduli samo kami masyarakat kecil. Uluran tangan bapak kami terimo yo pak,” ucap Nenek Zean sambil menahan tangis.
Di rumah sederhana itu, Nenek Zean diketahui sudah lama hidup dalam kondisi sakit dan kesulitan berjalan. Namun hingga kini, ia masih berharap adanya bantuan kursi roda agar dapat beraktivitas lebih layak.
Hal senada disampaikan Hamdani dan Adnan dari Media Center Bahagia Saza. Ia mengaku prihatin melihat kondisi sejumlah warga yang hidup dalam sakit berkepanjangan tanpa fasilitas memadai.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi Ibu Hawa dan Nenek Zean yang sudah lama tidak bisa berjalan akibat sakit yang diderita,” kata Hamdani.
Ia menyebut, selain Nenek Zean, seorang warga bernama Ibu Sriana di Desa Kampung Lalang juga masih menunggu uluran tangan para dermawan untuk mendapatkan kursi roda.
Di balik bantuan sederhana yang diberikan, tersimpan harapan besar agar masyarakat kecil tidak lagi merasa sendiri menghadapi kerasnya hidup.
Bagi warga, kehadiran Bung Malik bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian yang selama ini mereka rindukan.(Umarul)






