## Dugaan Permasalahan Pengelolaan Dana BOS di SDN 104232 Tanjung Morawa Jadi Sorotan
DELI SERDANG — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 104232 Tanjung Morawa menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai dugaan permasalahan selama kepemimpinan Kepala Sekolah berinisial RH.
Sejumlah sumber menyebut kondisi sekolah dinilai kurang terawat selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, muncul pula keluhan terkait kedisiplinan kepala sekolah yang disebut jarang berada di lingkungan sekolah.
“Kadang hanya datang sebentar lalu pergi lagi.Kondisi sekolah juga kurang terurus,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan semakin menguat usai kunjungan Bupati Deli Serdang dalam agenda peletakan batu pertama pembangunan kantin sehat beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, Bupati dikabarkan meninjau kondisi perpustakaan sekolah dan menemukan sejumlah buku yang dinilai tidak lagi relevan dengan kurikulum yang berlaku.

Temuan itu kemudian memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait efektivitas penggunaan anggaran pengadaan buku di sekolah tersebut.
Selain itu, beberapa guru honorer dan operator sekolah juga mengaku pernah mengalami keterlambatan pembayaran honor meskipun Dana BOS disebut telah cair sesuai jadwal.
“Honor kadang dirapel beberapa bulan,” ungkap salah seorang tenaga honorer.
Tidak hanya itu, keluhan juga datang dari sejumlah orang tua siswa terkait atribut sekolah yang termasuk ketersediaan namun belum diterima hingga kini.
Berbagai persoalan tersebut kini menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait pengawasan pengelolaan Dana BOS di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, perpindahan RH ke SDN 107418 Bangun Sari Baru juga menjadi perhatian masyarakat. Beberapa pihak meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang memberikan penjelasan secara terbuka terkait dasar pengobatan tersebut.
Masyarakat juga mendesak agar Inspektorat maupun tim pemeriksa terkait melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS di SDN 104232 Tanjung Morawa guna memastikan tidak adanya penyimpangan anggaran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang beredar.






