Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Ekonomi

Dana Darurat Jadi Proyek Aplikasi? AMPERA Geruduk Kejati Sumut Usut Anggaran Rp800 Juta Pemkab Batu Bara

badge-check


					Dana Darurat Jadi Proyek Aplikasi? AMPERA Geruduk Kejati Sumut Usut Anggaran Rp800 Juta Pemkab Batu Bara Perbesar

Dana Darurat Jadi Proyek Aplikasi? AMPERA Geruduk Kejati Sumut Usut Anggaran Rp800 Juta Pemkab Batu Bara

 

Batu Bara//Kompasnusa.net – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Batu Bara (AMPERA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan, menuntut aparat penegak hukum menyelidiki dugaan penyimpangan anggaran pada sejumlah kegiatan digitalisasi sistem kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam aksinya, massa AMPERA menyoroti penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2022 untuk sejumlah proyek pengembangan aplikasi pemerintahan dengan total nilai anggaran mencapai Rp800 juta.

Koordinator AMPERA, Ahmad Fatih Sultan, mengatakan penggunaan dana BTT dalam kegiatan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait dasar penggunaan anggaran darurat untuk kegiatan yang dinilai bersifat perencanaan program.

“Pada prinsipnya, Belanja Tidak Terduga digunakan untuk kondisi darurat atau kebutuhan mendesak. Karena itu, penggunaan dana BTT untuk pengembangan sistem aplikasi pemerintahan perlu dijelaskan secara terbuka,” kata Ahmad dalam orasinya saat aksi berlangsung.

AMPERA menyebut terdapat beberapa kegiatan yang menjadi sorotan, antara lain:

1.Pengadaan sistem e-Absensi Kabupaten Batu Bara

Sumber Dana: Belanja Tidak Terduga (BTT)

Tahun Anggaran: 2022

Nilai Anggaran: Rp200.000.000

2.Pengembangan sistem e-Kinerja Kabupaten Batu Bara

Sumber Dana: Belanja Tidak Terduga (BTT)

Tahun Anggaran: 2022

Nilai Anggaran: Rp200.000.000

3.Pengembangan sistem e-SIMPEG Kabupaten Batu Bara

Sumber Dana: Belanja Tidak Terduga (BTT)

Tahun Anggaran: 2022

Nilai Anggaran: Rp200.000.000

4.Pengadaan sistem e-Absensi Kabupaten Batu Bara

Sumber Dana: Belanja Tidak Terduga (BTT)

Tahun Anggaran: 2022

Nilai Anggaran: Rp200.000.000

Menurut AMPERA, program digitalisasi seperti e-Absensi, e-Kinerja, dan e-SIMPEG pada dasarnya merupakan program yang direncanakan dalam sistem pengelolaan kepegawaian pemerintah daerah dan seharusnya masuk dalam skema penganggaran reguler melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam aksinya, massa AMPERA juga meminta pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap penggunaan anggaran tersebut.

AMPERA menilai pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah merupakan bagian dari komitmen masyarakat sipil untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.

“Kami berharap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dapat melakukan penyelidikan secara objektif dan profesional terhadap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran ini,” ujar Sultan.

(Red umarul)

Facebook Comments Box

Baca Juga

Kelompok Masyarakat Tanah Suguhan Dalu XA Serahkan Berkas Perjuangan 260 Hektare kepada Prof. Yasonna Laoly

13 June 2026 - 11:27 WIB

Sekretaris PAC PDI Perjuangan Tanjung Morawa Minta Aparat Awasi Ketat Pilkades Deli Serdang

22 May 2026 - 10:04 WIB

Sekretaris PAC PDI Perjuangan Tanjung Morawa Peringatan Aparatur Desa Agar Netral di Pilkades 2026

22 May 2026 - 04:01 WIB

Viral Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, Guru Mengaji di Pantai Labu Da Dukungan Masyarakat dan Tokoh Agama

13 May 2026 - 15:49 WIB

Polresta Deli Serdang Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba, Selamatkan ratusan Ribu Jiwa

12 May 2026 - 05:31 WIB

Trending on Ekonomi