INDRAMAYU //kompasnusa.net– Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan program Pesantren Ramadan Lansia yang bertempat di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Kegiatan religius yang penuh kehangatan ini merupakan buah kolaborasi strategis antara IWO Jawa Barat dengan berbagai mitra pendukung seperti Pupuk Kujang, Alfamart, serta Pertamina PHE ONWJ, dengan menggandeng Rumah Zakat sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Sebanyak 50 lansia antusias hadir mengikuti rangkaian acara yang dirancang untuk mempertebal spiritualitas sekaligus memberikan santunan sosial di bulan suci.
Selama kegiatan berlangsung, para lansia diajak untuk mendengar ceramah, mengaji bersama, hingga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk kepedulian dari IWO Jawa Barat dan Rumah Zakat.
Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Lastri Mulyani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Desa Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.
“Pesantren Ramadan Lansia itu merupakan bagian dari program Desa Ramadlan Cianjur dari Rumah Zakat yang dilaksanakan setiap bulan Ramadan,” ujar Lastri, Kamis (12/3/2026).
Ia merinci bahwa rangkaian kegiatannya meliputi tilawah Al-Qur’an bagi yang sudah lancar, sementara bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an disediakan guru khusus untuk belajar mulai dari Iqro.
Menariknya, tahun ini terdapat inovasi berupa program sedekah sampah yang melibatkan para peserta secara aktif untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Ada program tambahan yaitu sedekah sampah di mana para lansia membawa sampah botol plastik, galon dan juga minyak dilantah untuk disedekahkan lalu sama kami pengurus zakat dikumpulkan dan dijual. Nah, uang hasil penjualannya itu digunakan untuk kegiatan Lansia itu sendiri. Seperti untuk takziah, untuk nengok Lansia yang sakit ataupun untuk doorprize atau hadiah seperti itu,” ungkapnya.
Program yang berlangsung selama 10 hari pada fase kedua Ramadan ini resmi ditutup hari ini dengan penuh kesan bagi seluruh peserta. Ketua Panitia Pelaksana, Haris Rojangi, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Desa Tegalurung didasari oleh keinginan untuk menyentuh langsung masyarakat di tingkat desa yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami ingin keberadaan jurnalis yang tergabung dalam IWO Jawa Barat tidak hanya sekadar pemberi informasi, tetapi juga hadir secara nyata memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi para orang tua kita di desa melalui kegiatan pesantren ini,” kata Haris.
Ia juga mengapresiasi dukungan para mitra yang telah membantu menyukseskan acara hingga akhir masa penutupan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IWO Jawa Barat, Tomi Indra Priyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen organisasi dalam menjalankan fungsi sosial di samping tugas-tugas jurnalistik. Menurutnya, sinergi dengan berbagai korporasi dan lembaga zakat adalah kunci untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
“IWO Jawa Barat berkomitmen untuk terus konsisten melakukan aksi kemanusiaan seperti Pesantren Ramadan Lansia ini. Kami berharap paket sembako dan ilmu yang didapatkan selama pesantren bisa menjadi bekal yang bermanfaat bagi para lansia dalam menyambut hari raya Idulfitri dengan senyuman,” pungkas Tomi.
Melalui program penutupan ini, IWO Jawa Barat berharap semangat berbagi dan belajar tidak berhenti di bulan Ramadan saja, namun terus berlanjut menjadi budaya positif di tengah masyarakat. Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur penting bahwa kolaborasi antara jurnalis, dunia usaha, dan lembaga sosial mampu menciptakan dampak nyata yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah secara humanis dan berkelanjutan.***







