Menu

Dark Mode
HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern

Organisasi

Konflik AS-Israel dan Iran, PP HIMMAH Minta Pemerintah Kencangkan Hilirisasi Minyak Mentah

badge-check


					Konflik AS-Israel dan Iran, PP HIMMAH Minta Pemerintah Kencangkan Hilirisasi Minyak Mentah Perbesar

Jakarta – Kompasnusa.net// (6/3/2026) Eskalasi Konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran yang semakin memanas, Ketua Umum PP HIMMAH Abdul Razak Nasution meminta Pemerintah untuk mempercepat program Hilirisasi agar Indonesia tidak bergantung pada impor minyak.

Hal itu dijelaskan Razak di Jakarta(6/3)kepada wartawan.

Menurutnya jika Negara Kita sudah mandiri dan bisa memproduksi minyak sendiri Negraa Kita tidak bergantung kepada impor minyak dari luar apalagi
kondisi geopolitik global yang semakin memanas ini, sedikit banyaknya pasti berimbas kepada Indonesia.

“Kondisi saat ini bulan ramadhan menjelang lebaran rakyat Indonesia sedang fokus beribadah jangan lagi sampai dibuat pusing dampak dari konflik AS-Israel dan Iran ini bisa berakibat harga-harga kebutuhan pokok atau BBM naik, semoga tidak,” harapnya

“Walaupun Pak Presiden Prabowo telah memerintahkan Menteri ESDM untuk membangun (storage) minyak mentah di Sumatera yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional, Kita perlu mempercepat hilirisasi agar Negara Kita bisa mandiri mengolah minyak mentah (crude oil) sendiri dan tak bergantung kepada Impor minyak.” Jelasnya.

Ia menambahkan saat ini Selat Hormuz telah ditutup Iran. Sekitar seperlima dari total minyak mentah dunia melewati jalur ini yang tercatat memiliki peredaran hingga 20,1 juta barel per hari (bph).

“Pak Menteri ESDM Kita telah menjelaskan bahwa walaupun hanya 25 % kebutuhan minyak Kita lewat Selat Hormus, selebihnya lewat jalur lain, tapi jangan sampai Amerika Serikat menekan harga minyak yang berakibat langsung kepada rakyat Indonesia, Karena Indonesia resmi impor minyak dari Amerika penghanti impor minyak dari Timur Tengah,” terangnya.

Lanjut Razak, Saat konflik meningkat, perusahaan pelayaran dan perdagangan energi biasanya langsung menaikkan premi risiko atau bahkan menunda pengiriman. Artinya, tanpa penutupan resmi pun, harga sudah terdorong naik hanya karena faktor ketidakpastian.

“Harga minyak yang naik pasti berefek domino ke seluruh ekonomi. Minyak bukan sekadar energi, tetapi bahan baku dan input utama bagi banyak sektor yakni transportasi, industri, petrokimia, hingga produksi pangan. Ketika biaya minyak naik, seluruh biaya produksi dan distribusi ikut naik, yang pada akhirnya diterjemahkan ke dalam bentuk inflasi harga barang dan jasa di banyak negara,”tambahnya.

Indonesia, meskipun memiliki sumber daya energi sendiri, tetap merupakan negara yang bergantung pada impor minyak mentah dan LPG. Ketika harga minyak internasional meningkat, ada beberapa dampak langsung dan tidak langsung yang akan dirasakan oleh ekonomi Negara Kita khsususnya harga-harga kebutuhan pokok yang berakibat langsung kepada rakyat Indonesia. Tutupnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Puluhan Dapur MBG Berdiri Di Deli Serdang, LPA Dorong Prioritas Keamanan Pangan Anak

7 March 2026 - 15:25 WIB

Wujudkan Semangat Satu Komando, Satgas Inti DPD IPK Sumut Gelar Aksi Berbagi di Bulan Suci

7 March 2026 - 11:33 WIB

LPA Deli Serdang Dukung Implementasi PP No.17 Tahun 2025 Dan Permenkomdigi No.9 Tahun 2026 Untuk Perlindungan Anak Di Ruang Digital

6 March 2026 - 13:06 WIB

GERAMSU UNRAS Desak Kejatisu Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp. 10 Miliar

4 March 2026 - 10:30 WIB

SAH! Matius Situmorang Pimpin DPD KNPI Kota Medan, Ryandi Soerbakti Duduki Dewan MPI

2 March 2026 - 08:38 WIB

Trending on Organisasi