Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

News

Penanganan Stunting Harus Berbasis Data

badge-check


					Penanganan Stunting Harus Berbasis Data Perbesar

Penanganan Stunting Harus Berbasis Data

Deli Serdang-Kompasnusa.net// Penanganan stunting tidak boleh dilakukan secara seremonial, melainkan harus berdasarkan data yang akurat, terklasifikasi, dan diukur hasilnya.

Instruksi ini disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di Rapat Review Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (23/12/2025).

“Fokuskan intervensi pada 148 anak yang berpotensi pulih, dengan perlakuan yang disesuaikan berdasarkan usia, berat badan, dan kondisi medis. Jangan samakan perlakuan anak usia satu tahun dengan anak yang mendekati lima tahun. Penanganan harus progresif, terukur, dan agresif, terutama bagi anak yang mendekati batas usia lima tahun,” ucap Bupati.

Selain itu, penguatan validasi data dan integrasi lintas sektor juga merupakan hal penting dalam penanganan stunting, sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) No.72 Tahun 2021.

Seluruh data stunting haeus diinput melalui satu sistem yang terkoordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Masalah stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Ini masalah multidimensi. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua OPD terkait harus bergerak bersama,” tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti pentingnya penanganan Keluarga Risiko Stunting (KRS) dengan melakukan klasifikasi menjadi kategori ringan, moderat, dan berisiko tinggi (high potensial), sehingga intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS yang juga Ketua TPPS Kabupaten Deli Serdang, menyampaikan apresiasi atas capaian penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Deli Serdang.

Berdasarkan data, prevalensi stunting turun signifikan dari 33,8 persen pada tahun 2023 menjadi 19,6 persen pada tahun 2024.

“Ini hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua,” ungkap Wabup.

Pun begitu, Wabup menegaskan, perjuangan belum selesai. Untuk itu, seluruh jajaran TPPS harus terus memperkuat pendampingan keluarga, meningkatkan akurasi data, mempercepat digitalisasi pelaporan, serta mengoptimalkan dana desa sesuai prioritas nasional.

“Dengan komitmen yang kuat, sinergi lintas sektor, dan kerja bersama hingga tingkat desa, saya yakin Kabupaten Deli Serdang mampu mencapai target nasional penurunan stunting dan mewujudkan generasi emas,” tegas Wabup. 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

Bupati Deli serdang Lantik Ratusan Pejabat

30 January 2026 - 15:42 WIB

Bupati

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Trending on Headline