Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

News

Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang

badge-check


					Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang Perbesar

Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang

DELI SERDANG //Kompasnusa.net— Pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan warga. Di Kabupaten Deli Serdang, antrean kendaraan mengular panjang di berbagai SPBU sejak Rabu (3/11/2025).

Pantauan di lapangan menampilkan antrean mobil dan sepeda motor yang menumpuk hingga ratusan meter. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu karena harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite dan Pertamax.

Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi Gerindra, Paian Purba SH, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai situasi ini tidak seharusnya terjadi, apalagi di tengah upaya pemulihan pascabencana.

“Kami sangat menyesalkan antrean panjang yang terjadi hampir di setiap SPBU di Deli Serdang. Masyarakat dibuat resah dan harus mengantri berjam-jam, padahal menurut laporan resmi Pertamina, ketersediaan BBM sebenarnya cukup,” ujar Paian Purba.

Paian juga menyoroti keberadaan oknum yang memanfaatkan situasi dengan menjual BBM secara eceran. Di beberapa lokasi, harga eceran per botol berisi sekitar 1,5 liter Pertalite atau Pertamax dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, jauh di atas harga normal.

“Ini jelas sangat merugikan masyarakat. Pemanfaatan situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Aparat dan instansi terkait harus memastikan distribusi lancar dan menindak praktik penjualan ilegal,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah daerah, Pertamina, serta aparat penegak hukum segera melakukan langkah cepat agar masyarakat tidak panik dan tidak terjadi antrian di SPBU.

Pertamina sebelumnya telah memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Sumatera Utara masih mencukupi. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Paian Purba menegaskan, penutupan akan terus menyatukan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM kembali normal.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Scoot Terbang Perdana dari Singapura, Gerbang Baru Pariwisata Sumatera Utara Terbuka Lebar

1 February 2026 - 12:56 WIB

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Trending on Headline