Menu

Dark Mode
Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar

News

Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang

badge-check


					Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang Perbesar

Kelangkaan BBM Pascabencana di Sumatera, Paian Purba SH Sesalkan Antrean Mengular di Deli Serdang

DELI SERDANG //Kompasnusa.net— Pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir, persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan warga. Di Kabupaten Deli Serdang, antrean kendaraan mengular panjang di berbagai SPBU sejak Rabu (3/11/2025).

Pantauan di lapangan menampilkan antrean mobil dan sepeda motor yang menumpuk hingga ratusan meter. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu karena harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite dan Pertamax.

Anggota DPRD Deli Serdang dari Fraksi Gerindra, Paian Purba SH, menyayangkan kondisi tersebut. Ia menilai situasi ini tidak seharusnya terjadi, apalagi di tengah upaya pemulihan pascabencana.

“Kami sangat menyesalkan antrean panjang yang terjadi hampir di setiap SPBU di Deli Serdang. Masyarakat dibuat resah dan harus mengantri berjam-jam, padahal menurut laporan resmi Pertamina, ketersediaan BBM sebenarnya cukup,” ujar Paian Purba.

Paian juga menyoroti keberadaan oknum yang memanfaatkan situasi dengan menjual BBM secara eceran. Di beberapa lokasi, harga eceran per botol berisi sekitar 1,5 liter Pertalite atau Pertamax dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, jauh di atas harga normal.

“Ini jelas sangat merugikan masyarakat. Pemanfaatan situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Aparat dan instansi terkait harus memastikan distribusi lancar dan menindak praktik penjualan ilegal,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah daerah, Pertamina, serta aparat penegak hukum segera melakukan langkah cepat agar masyarakat tidak panik dan tidak terjadi antrian di SPBU.

Pertamina sebelumnya telah memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Sumatera Utara masih mencukupi. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Paian Purba menegaskan, penutupan akan terus menyatukan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM kembali normal.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Peduli Petani, PT Amal Tani Tanjung Putri Berikan Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan STDB

16 April 2026 - 01:23 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud

15 April 2026 - 03:31 WIB

Kasus Penganiayaan Jurnalis tvOne Belum Tuntas, Wartawan Sumut Siap Demo di Polda Sumatera Utara

14 April 2026 - 03:42 WIB

Merasa Kebal Hukum, Pungli Wisatawan Pariban Tetap Terjadi, Oknum Petinggi Polres Tanah Karo Pilih Diam

14 April 2026 - 01:39 WIB

Dugaan Kriminalisasi Tak Kunjung Tuntas: Afif Pertanyakan Kinerja Propam Polda Sumut, SP3 Diduga “Rekayasa” Jadi Sorotan

14 April 2026 - 01:32 WIB

Trending on News