Menu

Otomatis
Breaking News

Organisasi

LSM GAMPKER Gelar Aksi Unras ke Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan 

badge-check

LSM GAMPKER Gelar Aksi Unras ke Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan  Perbesar

Asahan-Kompasnusa.net || Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Rakyat (GAMPKER) melanjutkan Aksi Unjuk Rasa Damai di Kantor Dinas Kesehatan kab.Asahan. Senin, (10/11/24).

Andri S.P yang Bertindak sebagai koordinator aksi menjelaskan, ” pada hari ini kita datang ke kantor Dinas Kesehatan dalam melakukan aksi unjuk rasa damai yang mana sebelumnya kita tidak mendapatkan jawaban dari Kepala Dinas Kesehatan dr. Hari Sapna ” Jelas Andri kepada awak media.

Ia juga menambahkan dan ternyata Aksi UNRAS kita kali ini juga tidak mendapatkan jawaban dari Kepala Dinas Kesehatan dr Hari Sapna dengan alasan Kadis dan sekretaris sedang cuti, kami merasa aneh aja ya mereka bisa Cuti bersamaan, tutur Andri.

Lebih lanjut Andri S.P menyebutkan ” Kami menilai hal tersebut merupakan alasan klasik yang artinya Kadis memang tidak ingin terwujudnya tranparansi publik, sungguh sangat kami sayangkan. Artinya Kepala Dinas Kesehatan mungkin beranggapan kegiatan yang ada di Dinas Kesehatan merupakan uang pribadinya, sehingga tidak berkewajiban untuk memberikan penjelasan.” Terang Andri.

Kemudian Andri menyampaikan, ada beberapa point yang ingin kami sampaikan diantaranya terkait pengadaan komputer pada kegiatan pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan Rp. 3.096.000.000,- ada juga Pengadaan Suplemen dalam Upaya Penurunan Stunting Rp. 3.117.809.520,-serta Penyediaan Bahan Medis Habis Pakai ( BMHP ) HVP DNA ini adalah Larutan Kimia Khusus untuk mengisolasi dan memurnikan DNA di Leher Rahim untuk Skrining Dini Kanker Serviks. Sebesar Rp. 1.803.099.305,-” Terang Andri lagi.

Di akhir Pembicaraan Andri S.P menuturkan adanya kegiatan swakelola yang diantaranya Belanja Iuran Jaminan Kesehatan bagi Peserta PBPU ( Pekerja Bukan Penerima Upah ) dan BP ( Bukan Pekerja ) kelas 3 dimana bukan karena Miskin atau tidak Mampu Melainkan Pendaftarannya di Fasilitasi oleh Pemerintah Daerah yang biayanya ditanggung seluruh nya oleh Pemerintah Daerah dengan Total Anggaran nya sebesar Rp. 32 Miliyar lebih.

Namun anehnya setiap ingin mendaftarkan diri sebagai peserta PBPU dan BP kelas 3, Pihak Dinas Kesehatan menyatakan kuota kosong, jadi kami ingin mengetahui apa dan bagaimana untuk syarat menjadi peserta PBPU dan BP kelas 3 tersebut.

Apakah memang tepat sasaran atau ada unsur kepentingan lainnya karena tetap tidak mendapatkan Jawaban dari Kepala Dinas Kesehatan maka kami akan terus melakukan aksi unjuk rasa di Dinas Kesehatan seperti ini. Terang Andri S.P. kepada awak Media. (Amin Harahap)

Facebook Comments Box

Comments are closed.

Baca Juga

Dana Desa Padang Lawas Diduga Jadi Bancakan Lewat Bimtek, FMPK-SU Desak Polda Sumut Usut Dugaan Penyimpangan

4 Sep 2026 - 01:41 WIB

Dana Desa Padang Lawas Diduga Jadi Bancakan Lewat Bimtek, FMPK-SU Desak Polda Sumut Usut Dugaan Penyimpangan

LPA Deli Serdang Apresiasi Respons Cepat Dan Pelayanan Prima LPSK RI dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak

3 Sep 2026 - 17:07 WIB

LPA Deli Serdang Apresiasi Respons Cepat Dan Pelayanan Prima LPSK RI dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Anak

GAM-SU Demo di Polda Sumut, Desak Kapolda Copot Kasat Reskrim Polres Tapsel Terkait Dugaan Backing Perambah Hutan

3 Sep 2026 - 10:44 WIB

GAM-SU Demo di Polda Sumut, Desak Kapolda Copot Kasat Reskrim Polres Tapsel Terkait Dugaan Backing Perambah Hutan

Pabrik PT EPYAP Di Sei Mangkei, Di Lalap Sijago Merah

3 Sep 2026 - 10:29 WIB

Pabrik PT EPYAP Di Sei Mangkei, Di Lalap Sijago Merah

KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK TERIMA PENGADUAN ORANG TUA MURID TK DAN SD ISLAM PEMBANGUNAN PAMULANG, DORONG PERLINDUNGAN ANAK JADI PERHATIAN NASIONAL

2 Sep 2026 - 16:34 WIB

KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK TERIMA PENGADUAN ORANG TUA MURID TK DAN SD ISLAM PEMBANGUNAN PAMULANG, DORONG PERLINDUNGAN ANAK JADI PERHATIAN NASIONAL
Trending on News