Institut Kesehatan Helvetia: Edukasi Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI di Klinik Siti Kholijah Medan
Medan//Kompasnusa.net – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi D3 Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI di Klinik Siti Kholijah Medan.(30/6).
Kegiatan ini diketuai oleh Endryani Syafitri, SKM., M.Kes. bersama anggota Bd. Ivansri Marsaulina, SST., M.Kes., Bd. Muthia Sari Mardha, SST., M.Kes., Lyra Hilva, dan Frisky Halawa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu nifas mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta teknik pijat oksitosin sebagai salah satu upaya membantu memperlancar pengeluaran ASI.
Dalam penyuluhan, tim menjelaskan bahwa pijat oksitosin merupakan teknik pemijatan pada sepanjang tulang belakang hingga tulang rusuk kelima dan keenam yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon tersebut berperan dalam memperlancar refleks pengeluaran ASI sehingga ibu dapat menyusui bayinya dengan lebih optimal.
Ketua tim pengabdian, Endryani Syafitri, menyampaikan bahwa masih banyak ibu yang mengalami kendala pada masa awal menyusui karena menganggap produksi ASI mereka sedikit. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan pemberian susu formula lebih dini. Oleh karena itu, bantuan edukasi mengenai pijat oksitosin diharapkan dapat menjadi solusi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri maupun dengan suami atau anggota keluarga.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada ibu nifas bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan ibu. Pijat oksitosin menjadi salah satu metode yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI secara alami,” ujar Endryani.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif. Para peserta mengikuti penyampaian materi dengan antusias, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pijat oksitosin, manfaatnya, dan cara penerapannya di rumah. Tim juga memberikan pemaksaan pelaksanaan pijat oksitosin agar peserta dapat mentransmisikannya dengan benar.
Selain menyampaikan materi, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, serta upaya pencegahan bendungan ASI melalui teknik menyusui yang tepat dan pijat oksitosin.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat pijat oksitosin dan pentingnya mempertahankan pemberian ASI eksklusif. Para ibu menyatakan siap menerapkan teknik tersebut sebagai bagian dari perawatan masa nifas di rumah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Institut Kesehatan Helvetia berharap edukasi kesehatan mengenai pijat oksitosin dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, mendukung kesehatan ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu di masyarakat.
(R lubis)






