Menu

Dark Mode
Mengintip Kelas Jurnalisme Bersama Sang Praktisi di UIN Sumatera Utara, ‘Menyentuh Hati Lewat Kata’ Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang

Organisasi

Dugaan Manipulasi Data Plasma di Padang Lawas, BMP Sumut Desak Kejatisu Segera Bertindak

badge-check


					Dugaan Manipulasi Data Plasma di Padang Lawas, BMP Sumut Desak Kejatisu Segera Bertindak Perbesar

Dugaan Manipulasi Data Plasma di Padang Lawas, BMP Sumut Desak Kejatisu Segera Bertindak

 

MEDAN // KOMPASNUSA.net –Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Mahasiswa Pemuda Sumatera Utara (BMP Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada Selasa (10/03/2026). Aksi ini menjadi bentuk tekanan moral kepada aparat penegak hukum agar tidak tutup mata terhadap dugaan manipulasi data penerima dana plasma yang disebut-sebut melibatkan oknum pejabat daerah di Kabupaten Padang Lawas.

Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, massa aksi secara lantang menyoroti dugaan praktik “permainan data” dalam pendistribusian dana plasma yang dikelola melalui Koperasi Barumun Agro Nusantara yang bermitra dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Akmal Nasution mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, terdapat dugaan kuat rekayasa data penerima plasma yang berpotensi merampas hak masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum Bupati dan oknum anggota DPRD Padang Lawas berinisial MDH, yang disebut-sebut memiliki pengaruh dalam pengelolaan dan penentuan penerima dana plasma. Bahkan, massa aksi menduga dana yang seharusnya masuk langsung ke rekening masing-masing penerima justru dikendalikan melalui satu rekening tertentu.

“Jika dugaan ini benar, maka ini bukan lagi sekadar kesalahan administrasi. Ini sudah mengarah pada dugaan penyalahgunaan kewenangan dan praktik mafia dana plasma yang merampas hak masyarakat,” tegas Akmal di hadapan peserta aksi.

Selama hampir satu jam, massa aksi bergantian menyampaikan orasi dan mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar segera membuka penyelidikan dan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dalam skema manipulasi tersebut.

Mahasiswa menilai praktik seperti ini tidak hanya merugikan masyarakat penerima plasma, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan daerah, baik eksekutif maupun legislatif.

Aksi tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui salah seorang jaksa, Maria, yang menemui massa aksi untuk menerima aspirasi mahasiswa.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib dan damai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Laporan yang disampaikan hari ini akan kami pelajari dan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Pada kesempatan itu, perwakilan BMP Sumut juga secara resmi menyerahkan laporan pengaduan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai langkah hukum atas dugaan manipulasi dan penyalahgunaan dana plasma tersebut.

BMP Sumut berharap aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk pengurus koperasi maupun oknum pejabat yang namanya disebut dalam tuntutan aksi.

Koordinator Lapangan Ammar Siregar menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan berhenti pada aksi semata, tetapi akan terus mengawal proses hukum hingga kasus tersebut benar-benar diusut secara transparan.

“Kami tidak ingin laporan ini berakhir di meja birokrasi. Jika Kejatisu serius, maka segera panggil dan periksa semua pihak yang diduga terlibat,” tegas Ammar.

Aksi yang berlangsung damai tersebut akhirnya ditutup dengan komitmen mahasiswa untuk terus mengawal proses hukum hingga dugaan praktik mafia dana plasma di Kabupaten Padang Lawas benar-benar diungkap secara terang dan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum. (W.Ardiansyah)

Facebook Comments Box

Baca Juga

Pelaku Curanmor dan Pembobol Rumah Berhasil Diringkus Polsek Batang Kuis

18 April 2026 - 15:21 WIB

Pelaku curanmor

SPBU Tanjung Seri Diduga Setor ke Oknum, Mafia Solar Subsidi Beraksi Terang-terangan

18 April 2026 - 15:16 WIB

Spbu

Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Bupati Deli Serdang, Soroti Nasib 2.341 Guru PPPK Paruh Waktu

16 April 2026 - 11:03 WIB

Aksi

Setahun Lebih Tanpa Kepastian, Kasus Berdarah Mahasiswa UMA Mandek — Kinerja Polsek Medan Tembung Disorot

13 April 2026 - 03:21 WIB

Galian C Ilegal di Medan Sinembah Porak-Porandakan Jalan Baru di Aspal

10 April 2026 - 15:42 WIB

Trending on News