Menu

Dark Mode
Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum Perkuat Literasi Sains, SMA Muhammadiyah 02 Medan Resmikan Lab IPA dan Fasilitas Sanitasi Modern Liburan Sekolah Makin Asik, Kolam Renang BUMD Deli Serdang Gandeng Wak Udin, Bintang Iklan Kocak Beri Promo Spesial Mts Al Washliyah Tanjung Morawa Peringati HUT AW ke-95 Bupati Deli Serdang Serahkan Aset CSR PT Evergreen kepada Yayasan SD Pelita Dalu

Ekonomi

Sukseskan Program Desa Bebas Karbon Pelindo Regional 1 Salurkan Mesin Penepung

badge-check


					Sukseskan Program Desa Bebas Karbon Pelindo Regional 1 Salurkan Mesin Penepung Perbesar

Pelindo Regional 1 Salurkan Mesin Penepung Untuk Sukseskan “Program Desa Bebas Karbon” Di Desa Huta Tinggi Samosir.

Samosir-Kompasnusa.net// PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 setelah sebelumnya meresmikan Program Desa Bebas Karbon di Desa Huta Tinggi, kini menghadirkan bantuan mesin penepung untuk membuat briket arang dari bonggol jagung.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, memperkuat ketahanan lingkungan desa, serta menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Program yang dijalankan yakni, dengan memanfaatkan limbah bonggol jagung untuk kemudian diolah menjadi briket arang yang kemudian bisa dimanfaatkan Kembali oleh Masyarakat.

Awalnya kelompok binaan PT Pelindo mengajarkan secara manual dalam proses pembuatannya.

Hasil pembakaran bonggol jagung dihaluskan secara manual menggunakan alat penumbuk. Setelah itu kemudian dicetak menjadi briket arang.

Melihat ketekunan masyarakat yang tergabung dalam kelompok binaan Pelindo yang bernama Marsada Tani Huta Tinggi, maka bantuan bergulir selanjutnya dikucurkan dalam bentuk bantuan mesin penepung.

Manajer Hukum dan Humas Pelindo Regional 1 Fadillah Haryono, menjelaskan bantuan yang dikucurkan PT Pelindo akan dilakukan secara bertahap.

Pertama kami memberikan pelatihan untuk membangun pengetahuan para kelompok.

Setelah itu kami lanjutkan pendampingan untuk proses pembuatan secara sederhana terlebih dahulu untuk membangun kebiasaan baru.

“Dalam satu pekan kelompok didampingi proses belajaranya melalu pendamping kami sebanyak dua kali dalam satu minggu,” jelasnya

Ditambahkannya bantuan, kelompok binaan ini akan diberikan lanjutan berupa peralatan lengkap dalam pembuatan briket seperti tungku pirolisis, mesin pengaduk hingga mesin cetak briket.

Harapannya ini bisa menjadi penambahan ruang kerja baru bagi Masyarakat di Desa Huta Tinggi Samosir, ujarnya.

Parelli Situmorang, petani jagung yang merupakan bagian dari kelompok binaan Marsada Tani Huta Tinggi, merupakan salah satu penerima manfaat yang sangat antusias dalam mengikuti program.

Kami berterima kasih kepada Pelindo yang telah memberikan pengetahuan kepada kami kalau bonggol jagung ini ternyata bermanfaat.

Selama ini siap panen hanya saya bakar. Ternyata bisa diolah menjadi produk.” Ujar Parelli yang menetap di Dusun 2 Desa Huta Tinggi.

Pendamping Program Desa Bebas Karbon, Rizki Damanik, menjelaskan saat ini kelompok binaan PT Pelindo Regional 1 telah berhasil membuat 784 briket arang atau setara dengan 65 kg briket.

Ditargetkan menjelang akhir tahun kelompok binaan Pelindo bisa membuat briket 100kg.

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kelompok Masyarakat, karena mayoritas mereka juga aktif berprofesi sebagai petani,” jelasnya. (Tim/ML)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Scoot Terbang Perdana dari Singapura, Gerbang Baru Pariwisata Sumatera Utara Terbuka Lebar

1 February 2026 - 12:56 WIB

Diduga Polisi Main Sandiwara Grebek lokasi Judi, Oknum Wartawan Terkesan Jadi Makelar

31 January 2026 - 01:23 WIB

LSM GAMPKER dan TUMPAS Geruduk Kantor Kacabdis Wilayah V dan Kejaksaan Negeri Asahan

30 January 2026 - 15:08 WIB

SATUKAN KOMITMEN, JAJARAN PEMASYARAKATAN WILAYAH SUMUT MANTAPKAN LANGKAH MENUJU WBK DAN WBBM 2026

30 January 2026 - 14:33 WIB

Listrik Padam, Kawanan Maling Gasak Kabel Travo

30 January 2026 - 03:15 WIB

Trending on Headline