Panik Isu Krisis Minyak Dunia, SPBU di Deli Serdang Diserbu Warga! Antrean Mengular Berjam-jam
Deli Serdang//kompasnusa.net— Isu memanasnya konflik global antara Amerika Serikat, Israel dan Iran mulai memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Bayang-bayang krisis minyak dunia membuat warga di Kabupaten Deli Serdang dilanda kepanikan hingga menyerbu sejumlah SPBU.
Akibatnya, antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular di hampir seluruh SPBU. Tidak sedikit pengendara yang rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar, karena khawatir terjadi kelangkaan BBM.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat. Trauma terhadap kelangkaan BBM yang pernah terjadi sebelumnya kembali menghantui para pengendara.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Deli Serdang, Rio Lubis, menyayangkan kepanikan yang terjadi dan mengingatkan agar kondisi ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari keuntungan.
“Jangan sampai kepanikan masyarakat dimanfaatkan oknum untuk melakukan penimbunan atau membeli BBM secara berulang. Situasi seperti ini rawan dimanfaatkan,” tegas Rio Lubis.
Rio juga meminta pemerintah dan pengelola SPBU meningkatkan pengawasan secara ketat, termasuk memanfaatkan kamera pengawas yang terpasang di setiap SPBU.
Menurutnya, rekaman CCTV di SPBU harus dipantau secara aktif untuk mendeteksi adanya kendaraan yang bolak-balik mengisi BBM dalam waktu singkat.
“Kalau ada yang mondar-mandir membeli BBM berkali-kali, harus segera ditindak atau dikeluarkan dari area SPBU. Ini penting agar distribusi BBM tetap adil bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Rio juga mendesak agar pedagang BBM eceran turut diperiksa, guna memastikan tidak ada praktik penimbunan yang berpotensi memperparah situasi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Kita berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah juga harus memastikan distribusi BBM aman agar situasi tidak semakin memanas,” pungkasnya. (*)







