JAKARTA-Kompasnusa.net// Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) menyuarakan keprihatinan mendalam atas pernyataan Syaiful Mujani yang menyerukan “Gulingkan Prabowo”. Pasalnya, seruan tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional, kedaulatan bangsa, dan mengarah kepada tindakan makar.
Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution, dalam rilis persnya di Jakarta (8/4/26), menegaskan bahwa setiap tindakan yang berpotensi menggulingkan kepemimpinan negara merupakan bentuk makar yang tidak dapat ditolerir.
“Upaya-upaya untuk mengganggu jalannya pemerintahan yang sah adalah tindakan nyata makar dan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Abdul Razak Nasution. Ia menambahkan bahwa mengganggu Presiden sama artinya dengan mengganggu seluruh rakyat Indonesia.

Razak juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap individu atau kelompok yang disinyalir memiliki agenda tersembunyi yang dapat merugikan kepentingan nasional, serta berperan sebagai antek asing.
“Rakyat Indonesia harus bersatu menghadapi tantangan, khususnya dari pihak-pihak yang berpotensi menjadi pengkhianat bangsa di tengah situasi geopolitik global yang penuh gejolak, seperti di Timur Tengah saat ini,” tambahnya.
Dalam konteks ini, PP HIMMAH secara khusus menyebutkan perlunya mencermati peran aktor-aktor yang diduga berafiliasi dengan kepentingan asing. Diskusi mengenai pengaruh George Soros dan individu lain yang mungkin memiliki agenda tersembunyi.
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap oknum-oknum yang bersembunyi di balik gelar akademik atau profesi terhormat, namun sesungguhnya memiliki niat untuk mengkhianati negara,” tegas Razak, menyoroti Syaiful Mujani sebagai contoh dari pihak yang perlu diwaspadai.
Indonesia, sebagai negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan sedang fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), menghadapi tantangan dan intrik dari berbagai pihak yang ingin memanfaatkan kekayaan dan potensi tersebut. Oleh karena itu, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi krusial untuk menjaga kedaulatan.
PP HIMMAH menyatakan kesiapan mereka untuk berada di garda terdepan bersama TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan negara serta menghalau gangguan asing yang berusaha masuk dan memecah belah bangsa.
Lebih lanjut, PP HIMMAH mengapresiasi program-program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, terutama upaya pemberantasan korupsi, program hilirisasi, dan perbaikan tata kelola anggaran negara yang selama puluhan tahun mengalami kebocoran.
“Banyak pihak yang mungkin merasa terganggu dengan program-program Presiden Prabowo yang bertujuan memberantas korupsi, mendorong hilirisasi, dan memperbaiki kebocoran anggaran. Melalui Delapan Asta Cita-nya, Bapak Presiden Prabowo bertekad untuk mengatasi permasalahan ini demi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Abdul Razak Nasution berharap aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk segera mengusut pernyataan Syaiful Mujani yang dinilai provokatif. “Demi untuk menjaga stabilitas nasional, kami meminta dengan hormat agar dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan. Jika terbukti makar, maka segera lakukan penangkapan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tukasnya mengakhiri. (Imam S)






