Menu

Dark Mode
Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar DPRD Desak Pemkab Nias Utara Segera Tentukan Nasib Guru Honor Secara Hukum

Ekonomi

Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual

badge-check


					Foto ilustrasi menu MBG Tak Layak Konsumsi Perbesar

Foto ilustrasi menu MBG Tak Layak Konsumsi

Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual

Langkat //kompasnusa.net– Dugaan pendistribusian makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Sejumlah siswa di SD Swasta Insaniyah Babalan, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami mual dan sakit perut setelah menyantap menu ayam semur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan.

Insiden ini memicu keresahan setelah video kondisi makanan yang diduga berbau tidak sedap beredar di media sosial. Beberapa siswa bahkan memilih untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut karena meragukan kualitasnya.

Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia, R. Anggi Syaputra, mendesak evaluasi total terhadap operasional SPPG Teluk Meku.

“Jika program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi justru memicu gangguan kesehatan, ini menunjukkan serius adanya pelanggaran standar kelayakan makanan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).

Ia juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit secara menyeluruh dan transparan, mengingat dugaan kejadian serupa disebut bukan yang pertama.

“Jika terbukti ada gangguan, operasional harus dihentikan sementara hingga standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan distribusi MBG tidak boleh longgar karena mencakup kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

“Keamanan dan kualitas makanan adalah harga mati. Anak-anak tidak boleh menjadi korban,” tambahnya.

Sementara itu, pihak SPPG melalui Koordinator Wilayah Langkat menyatakan tengah melakukan evaluasi internal dan menyusun laporan resmi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut.

Kasus ini kembali menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program MBG agar tidak menyimpang dari tujuan utamanya.(anggi)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Tepung Tawar Warnai Persiapan 562 Calon Haji Deli Serdang

1 April 2026 - 07:28 WIB

Tepung tawar

Dugaan Jual Beli Jabatan di Disdik Deli Serdang Dibantah, Ini Penjelasannya

1 April 2026 - 07:09 WIB

APH Diminta Tegas Soal Penyetopan Pembangunan Gedung KDMP Penungkiren STM Hilir

1 April 2026 - 03:30 WIB

Spot Kuliner Baru Simpang Kayu Besar, Pedagang Kini Lebih Tertata dan Nyaman

28 March 2026 - 07:37 WIB

Isu Pemotongan Jasa Pelayanan RSU Pancurbatu Mengemuka, Paian purba SH Minta Transparansi

27 March 2026 - 13:25 WIB

Trending on Pariwisata