Diduga Depresi, Warga Banyumas Akhiri Hidup Gantung Diri
Langkat-| Seorang warga Desa Banyumas Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat meninggal dunia dengan cara gantung diri.
Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Stabat, Kompol Sisbudianto pada keterangan tertulisnya yang diterima oleh awak media,Jum’at (02/1/2025) sekira pukul 21.11 Wib.
Melalui keterangan tertulis, Kompol Sisbudianto menjelaskan kronologi kejadian.
Korban berinisial HS alias E warga Desa Banyumas,Kecamatan Stabat,Kabupaten Langkat.
Kemudian,kata Kompol Sisbudianto, Menurut keterangan saksi Nganti ( ibu kandung korban) pada Kamis, 01 Januari 2026, korban inisial HS alias E, sekira pukul 20.00 Wib, korban masih berbicara dengan ibunya dan mengatakan “Mak aku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kenapa” Ibu korban menjawab “Mamak tidak ada uang loh Rik”. Korban mengatakan hal tersebut sampai tiga kali. Selanjutnya sekira pukul 22.00 Wib, ibu korban tidur,namun sebelum itu tidak mendengar suara apa pun dan pada hari Jum’at (02/1/2026 ) sekira pukul 08.00 Wib ibu korban merasa curiga mengapa korban tidak bangun namun ibu korban tidak bangun takut untuk membanting kamar karena korban depresi akibat menggunakan narkoba dan ibu korban berangkat kerja dan sekira pukul 15.00 Wib, ibu korban pulang kerja memanggil korban namun tidak ada penjelasan dari dalam kamar, lalu ibu korban meminta kepada Saksi-saksi lain untuk melihat keadaan korban di dalam kamar, setelah menanjat pintu kamar korban dan melihat korban dalam kondisi tergantung dengan seutas tali nilon warna putih yang dililitkan pada gelanggang kayu dengan tinggi dari lantai sekira 3 meter dengan memakai baju, lalu ibu korban meminta bantuan kepada warga dan memberikan laporan ke Mapolsek Stabat.
Mendapatkan laporan warga, personil piket SPKT yang dipimpin oleh Kanit IK IPDA Alpan, SH langsung TKP sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung selanjutnya dilakukan visum luar oleh Dokter Puskesmas, dr. Budi, dan hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, “ujar Kompol Sisbudianto. (Tolhas Pasaribu)







