BATUBARA//Kompasnusa.net- Akibat cuaca extrim menyebabkan angin kencang di lautan membuat satu atau sampan becak di perairan laut Kabupaten Batu Bara tenggelam pada 23 November 2025.
Dari informasi yang diterima Wartawan Kompasnusa.net, sebanyak 10 orang ABK mengarungi perairan Kuala Tanjung atau tepatnya di buruk merah. Senin, (24/11/2025).

Sekitar pukul 16.00 Wib, sampan becak jaring timbul milik Toke Ismail dan Juragan Ridwan alias Si Iwan Romo diterpa angin serta ombak kuat hingga tenggelam.
Ini nama dan alamat 10 ABK
1. Nama : Ridwan. Umur, 48 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Kelurahan, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi. Kabupaten Batu Bara.
2.Nama : Muhammad Yunus. Umur, 63 tahun. Alamat, Lingkungan III, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi. Kabupaten Batu Bara.
3.Nama : Asnan. Umur, 54 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi. Kabupaten Batu Bara.
4.Nama : Khairuddin. Umur, 60 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
5.Nama : Abdul Rahman. Umur, 23 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
6.Nama : Irwansyah. Umur, 45 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Labuhan Ruku,Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
7.Nama : Syamsuddin Alias Badur. Umur, 65 tahun. Alamat, Dusun III Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
8.Nama : Zainal alias Ajo. Umur, 78 tahun. Alamat, Lingkungan IV, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
9.Nama : Muhammad Ridho, Umur, 17 tahun. Alamat, Lingkungan VII, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
10.Nama : Mukhlis alias Ucok. Umur, 65 tahun. Alamat, Lingkungan III, Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara.
Dikonfirmasi kepada pemerintah setempat, Lurah Labuhan Ruku, Zainal membenar 10 orang tersebut menjadi korban.
Disisi lain, Camat Talawi, H. Ilyas sekaligus Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batu Bara mengatakan tim bantuan BPBD akan terus mencari 1 orang korban sampan tenggelam dengan menyasar perairan hinga ke Tanjung Balai.
“Tadi malam hingga pukul 00:00 wib kita ke lokasi dan memang angin sangat kencang dan akan terus kita berupa keberanian mungkin untuk menemukan korban,” kata H. Ilyas. (Umarul)









