Soelarno Sampaikan Permohonan Maaf kepada Bupati Deli Serdang, Nyatakan Mundur dari Jabatan Ketua FKDM
Deli Serdang//kompasnusa.net – Soelarno menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD, menyusul beredarnya pesan singkat yang menjadi perbincangan publik di tengah situasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Deli Serdang.
Dalam surat terbukanya, Soelarno mengakui telah melakukan kekhilafan saat membalas pesan di grup internal ketika sedang menjalankan tugas pemantauan kondisi antrean BBM pada 13–15 Juli 2026.
Menurut Soelarno, saat itu dirinya menerima pesan dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Deli Serdang yang berisi instruksi agar seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan akibat kelangkaan BBM.
Namun, karena mengaku panik melihat situasi masyarakat yang memadati sejumlah SPBU hingga larut malam, ia mengirim balasan spontan yang kemudian tersebar luas setelah salah seorang anggota grup mengambil tangkapan layar dan membagikannya ke luar grup.
“Saya mohon maaf kepada Bapak Bupati Deli Serdang dan seluruh masyarakat atas ucapan yang saya sampaikan secara spontan tanpa berpikir panjang. Hal tersebut murni merupakan kelalaian saya,” tulis Soelarno dalam suratnya.
Selain menyampaikan permohonan maaf, Soelarno juga menyatakan akan mengembalikan kendaraan dinas yang selama ini dipergunakannya sebagai aset milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Ia menyebut kendaraan tersebut saat ini berada di kediamannya dan meminta pemerintah segera menariknya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam surat tersebut, Soelarno juga memaparkan perjalanan pengabdiannya di Kabupaten Deli Serdang. Ia mengaku pernah menjadi Ketua Partai Pelopor sebelum dipercaya ikut menyosialisasikan keberadaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2006.
Menurutnya, FKDM kemudian berkembang hingga terbentuk di seluruh kecamatan di Kabupaten Deli Serdang dan selama bertahun-tahun menjalankan fungsi deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Soelarno juga mengenang kiprahnya mendukung kepemimpinan almarhum Drs. H. Amri Tambunan, H. Ashari Tambunan hingga dr. H. Asri Ludin Tambunan dalam berbagai momentum politik di Deli Serdang. Ia bahkan menyebut FKDM selama ini turut membangun jaringan komunikasi dengan masyarakat dalam mendukung stabilitas daerah.
Di akhir suratnya, Soelarno menegaskan bahwa pengunduran dirinya sebagai Ketua FKDM merupakan keputusan pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kekhilafan yang telah terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan karena diberhentikan langsung oleh Bupati Deli Serdang.
“Mundurnya Ketua FKDM Deli Serdang bukan Bupati yang mencopot, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab saya atas kejadian ini,” tulisnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang maupun Badan Kesatuan Bangsa dan Politik terkait surat permohonan maaf dan pengunduran diri yang disampaikan Soelarno tersebut.






