Tanggapi Pertamina Sumbagut, Formappel’RI : “Masyarakat Butuh Kepastian Pasokan, Bukan Sekadar Imbauan”
Medan – Kompasnusa.net// Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (Formappel’RI), R. Anggi Syaputra, mengkritisi kondisi distribusi BBM di Sumatera Utara menyusul pernyataan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang mengerahkan tambahan 15 unit mobil tangki dan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) untuk mengoptimalkan penyaluran BBM.
Menurut R. Anggi Syaputra, langkah penambahan armada memang patut diapresiasi sebagai upaya mengatasi persoalan distribusi. Namun, kondisi tersebut juga menunjukkan adanya kendala yang harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Jika memang distribusi BBM berjalan normal, mengapa harus dilakukan penambahan armada dan personel dalam jumlah besar? Artinya ada persoalan yang perlu dijelaskan secara transparan kepada publik. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” tegas R. Anggi Syaputra.
Ia menilai, kebutuhan masyarakat tidak cukup dijawab dengan imbauan agar tetap tenang. Yang paling dibutuhkan adalah kepastian bahwa BBM tersedia di setiap SPBU tanpa antrean panjang dan tanpa kekhawatiran akan kelangkaan.
“Masyarakat tidak hidup dari imbauan. Mereka membutuhkan kepastian pasokan BBM karena aktivitas ekonomi, pekerjaan, transportasi, hingga pelayanan publik bergantung pada ketersediaan energi. Transparansi harus menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
R. Anggi Syaputra juga meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terus berulang ketika terjadi peningkatan konsumsi maupun kendala operasional.
“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang selalu menanggung dampak setiap kali terjadi gangguan distribusi. Evaluasi total harus dilakukan agar sistem distribusi BBM di Sumatera Utara semakin kuat, cepat, dan mampu menjamin kebutuhan masyarakat dalam kondisi apa pun.”
Formappel’RI berharap Pertamina terus membuka informasi secara objektif mengenai kondisi distribusi BBM serta memastikan seluruh SPBU memperoleh pasokan yang memadai sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar.






