DELI SERDANG//kompasnusa.net — Pemadaman listrik massal atau pemadaman listrik yang terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera sejak Jumat Sore (21/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB menuai gelombang keluhan dari masyarakat.
Sejumlah wilayah dilaporkan masih mengalami gangguan dan pemadaman bergilir.
Dampak pemadaman listrik tersebut tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerugian besar bagi para pelaku usaha, khususnya peternak ayam.
Sejumlah peternak di Sumatera Utara dilaporkan mengalami kerugian besar setelah ribuan ayam siap panen mati akibat sistem pendingin kandang dan sirkulasi udara tidak berfungsi selama listrik padam.
Kondisi itu mendapat sorotan dari Anggota DPRD Deli Serdang Fraksi Gerindra, Paian Purba.
Paian Purba SH mengaku sangat menyesalkan terjadinya pemadaman listrik berkepanjangan yang dinilai telah merugikan masyarakat dalam berbagai sektor.
“Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan dan siapa yang harus bertanggung jawab? Masyarakat kecil yang jadi korban. Peternak rugi besar, usaha lumpuh, aktivitas masyarakat terganggu,” tegas Paian Purba SH.
Menurutnya, pemadaman listrik dalam waktu lama tidak bisa dianggap persoalan biasa karena dampaknya sangat luas, mulai dari peternak, pedagang, UMKM hingga aktivitas rumah tangga masyarakat.
Ia juga meminta pihak PLN agar terbuka menjelaskan penyebab utama pemadaman listrik serta langkah-langkah konkret penanganannya agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari.
“Jangan masyarakat hanya diminta sabar. Harus ada penjelasan yang jelas dan solusi nyata. Kalau kerugian masyarakat sampai miliaran rupiah seperti ini, siapa yang mau mengganti?” katanya.
Selain menimbulkan kerugian ekonomi, pemadaman listrik juga menyebabkan terganggunya jaringan internet, distribusi air bersih, hingga aktivitas pelayanan masyarakat di sejumlah daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat di berbagai wilayah Sumatera masih berharap pasokan listrik dapat kembali normal sepenuhnya.






