Sempat Berjalan Alot, Kasus Penganiayaan Libatkan Anak hingga Saling Lapor Capai Mufakat
Langkat – Kompasnusa.net// Kasus penganiayaan melibatkan antara Indra Putra Bangun (39), dan Japet Imanta Bangun (42) serta putrinya berinisial L (15) hingga berujung saling lapor, akhirnya diselesaikan secara damai.
Penyelesaian ini ditempuh setelah konflik
yang terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sempat berjalan cukup alot hingga menjadi perhatian publik.
Upaya damai dilakukan melalui mekanisme musyawarah yang digelar forum silaturahmi Forkopimda di rumah dinas Bupati Langkat, Kecamatan Stabat pada Sabtu (18/4/2026) malam.
Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi jalan terbaik untuk semua pihak. “Sehingga persoalan dapat diselesaikan secara damai dan tidak berkembang menjadi konflik lanjutan,” ujar Afandin.
Senada itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyampaikan, penyelesaian permasalahan ini melalui dialog pendekatan kekeluargaan merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Ia mengungkapkan Polri tidak hanya berfokus penegakan hukum, tetapi mengedepankan pendekatan humanis, terutama di perkara yang melibatkan anak.
“Melalui musyawarah ini kita mencari solusi terbaik, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga memulihkan hubungan sosial agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan di masyarakat,” ungkap David.

Sementara, penasihat hukum kedua belah pihak menyampaikan apresiasi atas inisiatif Forkopimda Langkat yang telah membuka ruang dialog, sehingga penyelesaian dapat ditempuh secara kekeluargaan.
Diketahui, setelah melalui musyawarah ini kedua belah pihak sepakat berdamai dan menandatangani berita acara kesepakatan bersama.
Kemudian kesepakatan melalui musyawarah dan kekeluargaan ini pada intinya tidak memperpanjang permasalahan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, serta tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.
Diinformasikan, forum silaturahmi dan
musyawarah terkait melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, DPRD, hingga tokoh masyarakat dan keluarga para pihak yang bersengketa.
Diketahui sebelumnya, sempat beredar luas video viral di sosial media terkait seorang anak perempuan berinisial L (15), (siswi di Langkat yang mengaku dijadikan tersangka usai membela ayahnya).
Dalam video yang beredar, L juga memohon pertolongan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Kapolda Sumut, Kapolri. (Tgh)






