Menu

Dark Mode
Madrasah Alwashliyah Kota Tanjungbalai Gelar Validasi Akreditasi Bersama Tim Asesor BAN-PDM Tahun 2026 Skandal Dugaan “Jual Beli Kursi Kepsek” di Deli Serdang Menguak, Aroma Transaksi Jabatan Kian Menyengat HIMA Hukum Universitas Quality Tegaskan Komitmen Sosial dan Sinergi Kampus Pelantikan Pengurus DPD IKA UNAND Sumatera Utara Program Mentari Bangsaku Food Bank of Indonesia Salurkan 1.000 Snack untuk Pelajar di Deli Serdang Densus 88 Anti Teror Gelar Sosialisasi di Lingkungan Pelajar

Pariwisata

Setahun Lebih Tanpa Kepastian, Kasus Berdarah Mahasiswa UMA Mandek — Kinerja Polsek Medan Tembung Disorot

badge-check


					Setahun Lebih Tanpa Kepastian, Kasus Berdarah Mahasiswa UMA Mandek — Kinerja Polsek Medan Tembung Disorot Perbesar

 Setahun Lebih Tanpa Kepastian, Kasus Berdarah Mahasiswa UMA Mandek — Kinerja Polsek Medan Tembung Disorot

 

MEDAN//kompasnusa.net — Lebih dari satu tahun berlalu, penanganan kasus kekerasan brutal yang nyaris merenggut nyawa mahasiswa Universitas Medan Area (UMA), Deny Ariandi Simarmata, belum juga menunjukkan perkembangan berarti.

Laporan polisi yang diterbitkan sejak November 2024 terkesan mandek, tanpa kejelasan arah penyidikan maupun kepastian hukum bagi korban.

Di tengah pergantian pimpinan di tubuh kepolisian, masyarakat justru dihadapkan pada kondisi stagnan. Hingga kini, belum terdapat informasi signifikan terkait perkembangan perkara, baik penetapan tersangka maupun langkah-langkah konkret penegakan hukum.

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi pada Senin, 11 November 2024, dini hari di kawasan Medan Tembung.

Korban diduga menjadi sasaran aksi pencuri kawanan sepeda motor (curanmor) yang berakhir pada kekerasan di jalanan.

Kejadian bermula di Jalan Letda Sujono, Gang Jawa, Kelurahan Bandar Selamat. Sepeda motor Honda CRF BK 3575 AJX yang digunakan korban—dengan dokumen atas nama Hericho Egiawan S—hilang saat terparkir dalam kondisi terkunci stang.

Korban bersama rekannya sempat melakukan kenyamanan. Namun situasi berubah drastis ketika dua sepeda motor lain yang diduga bagian dari komplotan pelaku datang dari arah belakang dan menendang kendaraan korban hingga terjatuh.

Akibatnya, korban mengalami luka serius dan sempat mendapatkan penanganan awal di klinik sebelum dirujuk ke RS Columbia Asia Aksara dalam kondisi kritis.

Dampak Berat, Kepastian Nihil

Kerugian material diperkirakan mencapai Rp26 juta. Namun dampak terbesar justru dialami korban secara fisik dan psikologis, termasuk terganggunya proses akademik hingga tertundanya wisuda.

Alih-alih mendapatkan kepastian hukum, keluarga korban justru dihadapkan pada ketidakjelasan yang berkepanjangan.

Ayah korban, Adil Simarmata, mengaku kecewa dengan lambannya penanganan kasus tersebut.

 “Kerugian kami bukan hanya materi. Anak saya mengalami luka parah dan trauma. Bahkan masa depannya sempat terganggu. Sampai hari ini belum ada kejelasan. Lalu untuk apa kami melapor?” katanya, Senin (13/4/2026).

Laporan Mandek, Publik Bertanya

Kasus ini telah dilaporkan pada Jumat, 15 November 2024 dengan nomor STTTLP/B/1650/XI/2024/SPKT. Namun hingga kini, belum terlihat perkembangan signifikan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Mandeknya penanganan perkara ini dinilai menjadi cerminan lemahnya penegakan hukum di tengah maraknya aksi curanmor yang semakin brutal.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik terhadap komitmen aparat dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Medan Tembung belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. (dil)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Juga

Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Amankan Terduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Desa Limau Manis

2 April 2026 - 14:52 WIB

Polsek Talun Kenas Dalami Dugaan Penghalangan Pembangunan Gedung KDMP di Penungkiren, Saksi Sudah Dimintai Keterangan

2 April 2026 - 12:06 WIB

Polsek

Formappel RI: SPPG Teluk Meku Harus Dievaluasi Total Usai Siswa Alami Mual

1 April 2026 - 05:19 WIB

Formappel

APH Diminta Tegas Soal Penyetopan Pembangunan Gedung KDMP Penungkiren STM Hilir

1 April 2026 - 03:30 WIB

Isu Pemotongan Jasa Pelayanan RSU Pancurbatu Mengemuka, Paian purba SH Minta Transparansi

27 March 2026 - 13:25 WIB

Trending on Pariwisata