Dari Lahan Tidur ke Lahan Subur: Lapas Labuhan Ruku Tanam 500 Bibit Pisang, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian WBP
Batubara//kompasnusa.net- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku kembali melaksanakan program penanaman bibit pisang di lahan produktif Air Joman sebagai bentuk keberlanjutan pemanfaatan lahan, Jum’at (20/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku.
Kegiatan penanaman tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, Pimpinan PT Hijau Surya Biotechi Budi Candra, serta Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan beserta jajaran pejabat struktural. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan sektor swasta ini memperkuat sinergi dalam pengembangan program pembinaan berbasis agribisnis.
Penanaman bibit pisang ini merupakan langkah strategis dalam penanam di lahan Air Joman. Setelah sebelumnya sukses dengan penanaman jagung, lahan tersebut kembali dimanfaatkan untuk komoditas pisang guna memastikan keberlanjutan hasil pertanian.

Secara simbolis, Kalapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan bersama Wakil Bupati Asahan Rianto dan Pimpinan PT Hijau Surya Biotechi Budi Candra melakukan penanaman bibit pisang di area yang telah dipersiapkan. Momen ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara Lapas, Pemerintah Daerah, dan sektor swasta dalam mendukung program ketahanan pangan.
Hingga sore hari nanti sebanyak 500 bibit pisang akan ditanam di lahan produktif Air Joman. Proses penanaman melibatkan WBP yang telah dibekali keterampilan di bidang pertanian sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Selain 500 bibit yang telah ditanam, PT Hijau Surya Biotechi juga memberikan dukungan tambahan dengan mengirimkan 100 bibit pisang Merah Barangan pada sore hari ini. Tambahan tersebut diharapkan dapat memperluas skala pengembangan komoditas pisang di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, dalam dua hari ke depan telah dijadwalkan penanaman massal kembali sebanyak 1.000 bibit pisang Merah Barangan di area yang sama. Langkah ini menjadi bagian dari rencana berkelanjutan dalam menjadikan lahan Air Joman sebagai sentra pertanian produktif berbasis pembinaan.

Wakil Bupati Asahan, Rianto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lapas Labuhan Ruku dalam mengelola lahan tidur menjadi pusat agribisnis yang memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi institusi tetapi juga bagi pembinaan WBP agar memiliki keterampilan yang berguna di masa depan.
Sementara itu, Kalapas Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pertanian produktif di lingkungan Lapas.
“Program ini adalah bentuk keseriusan kami dalam membina warga binaan agar memiliki kemampuan dan mental mandiri, sehingga setelah bebas nanti mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujar Kalapas.







