Informasi yang diperoleh dari warga setempat menyebutkan, pencurian tersebut diduga dilakukan oleh tiga orang pelaku. Kawanan maling itu beraksi dengan cepat menggasak kabel tembaga di area travo listrik.
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, awalnya ia mengira para pelaku adalah petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan. Pasalnya, mereka tampak bekerja dengan tenang dan tanpa rasa curiga.

“Awalnya kami kira petugas PLN. Tapi tidak lama kemudian kami sadar mereka maling, karena salah satu dari mereka berdiri di badan jalan sambil mengawasi dan menyuruh teman-temannya cepat-cepat,” ujar warga tersebut.
Akibat pencurian itu, aliran listrik di sekitar lokasi langsung padam. Warga pun mulai resah dan datang ke lokasi untuk melihat kondisi travo yang telah dirusak oleh pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, petugas lapangan PLN telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan analisa kerusakan. Salah seorang petugas PLN menjelaskan, kabel tembaga sepanjang kurang lebih lima meter telah digasak oleh pelaku. Namun, kerugian total masih dalam proses pendataan.
“Yang diambil kabel tembaga sekitar lima meter. Kerugian pastinya masih kami cek,” jelas petugas PLN di lokasi.
Warga berharap agar aliran listrik dapat segera kembali normal, mengingat padamnya listrik sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta aparat penegak hukum agar segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian kabel tembaga yang dinilai sudah sangat meresahkan.
Dari keterangan petugas PLN yang melakukan olah TKP, aksi serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pencurian kabel travo juga pernah terjadi di Jalan Sidomulyo Pasar XI, Tembung. Kejadian tersebut membuat petugas PLN transmisi dan menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. (Bbg)









