Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban bersama rekannya berangkat dari Tandem Hilir menuju lokasi wisata Pantai Nada menggunakan sepeda motor Honda Vario BK 2311 AIZ yang dikendarai saksi Adji Wahanda, serta beberapa teman lainnya dalam satu rombongan.
Sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan tiba di Pantai Nada, Dusun Namo Datok, Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala. Setelah memarkirkan kendaraan, korban bersama beberapa rekannya berjalan kaki menyusuri hulu Sungai Bekulap sejauh kurang lebih 150 meter untuk mencari lokasi memancing.

Setelah selesai memancing sekitar pukul 13.00 WIB, mereka berniat kembali ke lokasi wisata dengan menyeberangi sungai. Saat itu, korban berjalan paling belakang. Tidak lama kemudian, saksi Irfan Mahbara melihat korban melambaikan tangan seperti meminta pertolongan, sementara tubuhnya sudah tenggelam di dalam air.
Melihat kejadian itu, Irfan langsung terjun ke sungai untuk menolong, namun tidak berhasil. Seorang pengunjung wisata yang tidak diketahui identitasnya kemudian ikut membantu dengan mendorong tubuh korban ke tepi sungai.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, warga sempat berupaya memberikan pertolongan dengan memompa dada korban. Namun korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Kuala menggunakan mobil pickup untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Kapolsek Salapian IPTU M.K. Bima Prakasa, S.Tr.K melalui Kanit Reskrim IPTU B. Sianturi, SE membenarkan kejadian tersebut.
“Korban merupakan pelajar di Sekolah Eka Huda Tandem Hilir. Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, korban diduga tidak bisa berenang,” ujar IPTU B. Sianturi.
Ia menambahkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Tp110)









