Batubara//kompasnusa.net – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan studi tiru ke Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi sebagai langkah strategi dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya konkret mengadopsi praktik baik yang telah berhasil diterapkan oleh Lapas Tebing Tinggi, yang sebelumnya meraih predikat WBK pada tahun 2024.

Rombongan Lapas Labuhan Ruku yang dipimpin langsung oleh Kalapas Labuhan Ruku, turut didampingi Sekretaris tim ZI Deni Sinaga, Ketua Pokja 5 Daniel Simanjuntak, serta perwakilan dari tiap-tiap Kelompok Kerja (Pokja).

Kedatangan rombongan disambut oleh Kalapas Tebing Tinggi, Dede Mulyadi, beserta jajaran tim pembangunan Zona Integritas Lapas Tebing Tinggi.
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Tebing Tinggi diawali dengan Perayaan Kalapas Labuhan Ruku.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kajian tiru ini merupakan komitmen Lapas Labuhan Ruku untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan setiap komponen ZI berjalan efektif.
Kegiatan dilanjutkan dengan Berbagai dan pemaparan dari Kalapas Tebing Tinggi Dede Mulyadi, yang menguraikan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelayanan pengelolaan masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.
Setelah itu, Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Lapas Tebing Tinggi, Rosanna Sembiring, juga memaparkan penjelasan mendalam terkait strategi penerapan ZI serta konsistensi dalam menjaga budaya kerja berintegritas.

Sesi tanya jawab kemudian berlangsung interaktif antara Tim Lapas Labuhan Ruku dan Tim Lapas Tebing Tinggi, membahas berbagai langkah teknis dan pendekatan yang telah terbukti efektif dalam meraih predikat WBK.
Usai agenda di aula, rombongan melakukan peninjauan langsung ke beberapa layanan area. Tim melihat alur layanan pendaftaran kunjungan, penggeledahan area, ruang kunjungan, serta berbagai fasilitas lainnya.
Selain itu, rombongan juga meninjau dapur area untuk melihat standar operasional penyediaan makanan bagi warga binaan serta ketahanan pangan daerah.
Kalapas Labuhan Ruku menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Lapas Tebing Tinggi dalam berbagi pengalaman.
“Kami berharap ilmu dan praktik baik yang kami pelajari hari ini dapat memperkuat langkah Lapas Labuhan Ruku dalam mencapai predikat WBK. Ini adalah komitmen bersama seluruh jajaran,” ujarnya.









